Arm Pump: Cedera Tersembunyi di Lengan Pembalap MotoGP

Yuli S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Arm Pump: Cedera Tersembunyi di Lengan Pembalap MotoGP

Gambar atau konten salah?

Di lintasan MotoGP, terlihat saja pembalap hanya menekan gas dan rem. Namun di balik gerakan cepat itu, tangan mereka bekerja keras setiap putaran. Kecepatan tinggi menimbulkan tekanan fisik besar yang jarang terlihat di kamera. Balapan tidak hanya soal mengendalikan motor, tapi juga soal kekuatan fisik untuk menahan beban ekstrem.

Di balik senyum para pembalap, sering tersembunyi cedera yang tak terlihat. Mereka memang mengalami cedera, tetapi biasanya terjadi di bagian tubuh yang tidak tampak secara kasatmata. Salah satu kondisi umum yang dialami pembalap adalah arm pump.

Arm pump bukan karena otot kurang kuat. Saat pengereman keras dari kecepatan tinggi, tekanan sangat besar dapat membuat otot di lengan membengkak dan terjepit di dalam jaringan otot. Kondisi ini menghambat aliran darah, membuat tangan terasa kaku dan kehilangan tenaga saat mengendalikan motor.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa pembalap menjalani prosedur operasi fasiotomi, yaitu tindakan medis membuka jaringan pembungkus otot agar otot memiliki ruang lebih dan tekanan berkurang. Akibatnya, banyak pembalap MotoGP memiliki bekas sayatan di lengan. Beberapa di antaranya adalah:

Informasi tentang arm pump dan prosedur fasiotomi ini dibagikan melalui akun Instagram @boldriders. Meskipun tidak ada kutipan langsung dari pembalap, data ini menunjukkan betapa pentingnya kesehatan fisik dalam olahraga kecepatan tinggi.

Kesimpulannya, balapan MotoGP menuntut lebih dari sekadar keahlian mengemudi. Kekuatan fisik, khususnya di lengan, menjadi faktor kunci. Kondisi seperti arm pump mengingatkan bahwa setiap gerakan di lintasan dapat menimbulkan risiko cedera. Dengan operasi fasiotomi, pembalap dapat meminimalkan risiko dan tetap kompetitif di arena global.

MotoGParm pumpfasiotomicedera lengankekuatan fisikkecepatan tinggioperasi jaringan

Komentar

Memuat komentar...