Artemis II: Dampak Psikologis Melihat Bumi dari Luar Angkasa
Gambar atau konten salah?
Artemis II yang dipimpin oleh NASA sering disebut sebagai langkah paling gila yang pernah dilakukan manusia di abad ini. Misi ini memungkinkan manusia modern mengelilingi Bulan dan sekaligus memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah dicapai.
Di balik video‑video menakjubkan yang sering muncul di TikTok dan Instagram, muncul sebuah fenomena psikologis yang tak jarang menjadi sorotan. Fenomena ini dikenal sebagai overview effect. Ia tidak sekadar memberikan sudut pandang baru (POV) dari luar angkasa. Pengalaman psikologis ini bisa membuat seseorang merasa lebih hidup.
Menurut sebuah artikel yang diambil dari sumber psikologi, overview effect biasanya dikaitkan dengan para astronot. Mereka melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh kebanyakan orang. Namun, menjadi astronot bukan satu-satunya cara untuk merasakan efek tersebut. Di Bumi, seseorang dapat merasakannya dengan melihat lanskap alam dari perspektif yang luas. Contohnya, mendaki gunung, berkemah, atau sekadar menghabiskan waktu di taman sambil memandang langit malam yang luas.
Transendensi diri merupakan proses psikologis dan spiritual untuk melampaui kepentingan diri sendiri, ego, atau batasan pribadi guna terhubung dengan sesuatu yang lebih besar. Sebuah studi tahun 2021 menyoroti bagaimana proses ini dapat membuat seseorang merasakan keterhubungan dengan orang lain, alam, alam semesta, atau kekuatan yang lebih tinggi. Hal ini menandakan pergeseran fokus dari egosentrisme ke perspektif yang lebih luas, mencakup altruisme, spiritualitas, dan pencarian makna serta tujuan di luar diri sendiri. Studi tersebut juga menemukan bahwa tingkat transendensi diri yang lebih tinggi dan keterbukaan terhadap perubahan dikaitkan dengan tingkat depresi dan kesepian yang lebih rendah.
Setelah para astronot Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen menyelesaikan penerbangan melintasi Bulan, publik terpesona oleh foto‑foto langka yang dirilis oleh NASA. Mulai dari penampakan Bulan dari dekat, perspektif Bumi dari sudut paling jauh, hingga momen gerhana matahari total yang dipotret dari balik Bulan. Semua gambar tersebut dapat menimbulkan rasa kagum dan berdampak positif pada kesehatan mental.
Sebuah studi tahun 2023 yang diterbitkan dalam The Journal of Positive Psychology menemukan bahwa mengalami kekaguman juga dapat memicu inspirasi, kreativitas, dan kemampuan untuk melihat masalah seseorang dari perspektif yang lebih bermanfaat. Selain itu, studi yang dilakukan selama pandemi COVID-19 pada tahun 2023 menunjukkan bahwa rasa kagum dapat mengurangi stres dan memperbaiki gejala kesehatan fisik seperti nyeri.
Secara keseluruhan, fenomena overview effect dan transendensi diri menunjukkan bahwa pandangan luas—baik dari luar angkasa maupun dari alam di Bumi—bisa membawa dampak positif pada kesehatan mental dan fisik. Pengalaman ini mengajarkan bahwa memperluas perspektif dapat membuka pintu bagi rasa keterhubungan, inspirasi, dan kesejahteraan yang lebih baik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
