Arus Balik Lebaran Ketapang: Buffer, Tiket Digital

Fandi R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Arus Balik Lebaran Ketapang: Buffer, Tiket Digital

Gambar atau konten salah?

Banyuwangi, 23 Maret 2026 – Aktivitas arus balik Lebaran di penyeberangan Pelabuhan Ketapang mulai menunjukkan peningkatan. Pada hari Senin, kawasan pelabuhan terlihat semakin padat, terutama dengan banyaknya pemudik dan kendaraan roda dua.

Para petugas menilai bahwa puncak arus balik diprediksi terjadi antara 26 hingga 29 Maret. Untuk mempersiapkan dan mengantisipasi kepadatan, diadakan rapat koordinasi (rakor) pada Selasa, 24 Maret 2026. Rakor tersebut dihadiri oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kapolresta Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, serta Forkopimda dan stakeholder lain di Posko ASDP Ketapang.

Rakor ini juga terhubung secara daring dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tujuannya adalah untuk menyamakan langkah dan menyiapkan tindakan cepat bila terjadi kepadatan.

Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Kamis, 26 Maret hingga Minggu, 29 Maret. Wakil Bupati Mujiono mengimbau pemudik agar mengatur waktu perjalanan lebih awal atau memilih waktu di luar periode puncak.

“Bagi pemudik bisa mengatur waktu perjalanan, dan terus memantau informasi agar tidak terjadi kepadatan. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Work Form Anywhere (WFA), yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi alternatif dalam memilih waktu perjalan,” kata Mujiono.

Dalam rapor tersebut, sudah disiapkan beberapa langkah mitigasi. Salah satunya adalah buffer zone atau kantong parkir yang tersebar di 16 titik di sekitar Pelabuhan Ketapang. “Ada 16 titik buffer zone yang disiapkan untuk menampung kendaraan jika terjadi kepadatan,” kata Kapolresta.

Buffer zone tersebut berada di RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, SPBU Sri Tanjung, serta kawasan Grand Watu Dodol (GWD). Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan dan menjaga kelancaran arus balik Lebaran di lintasan penyeberangan Jawa‑Bali.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, serta stakeholder terkait lainnya juga terus disiagakan, tambah Rofiq.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menyatakan bahwa untuk kelancaran kini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Pengguna jasa wajib membeli tiket melalui platform digital Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60.

Dengan langkah koordinasi dan fasilitas tambahan, pihak berwenang berharap arus balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang dapat berlangsung lebih lancar dan teratur.

Arus Balik LebaranPelabuhan KetapangBuffer ZoneWork Form AnywhereRakorTiket DigitalKepadatan

Komentar

Memuat komentar...