ATM BNI Muncul Uang Rp50.000 Tanpa Gambar, BNI Tegaskan Keaslian
Gambar atau konten salah?
Seorang netizen mengunggah cerita di Threads setelah mengambil uang di mesin ATM salah satu bank BUMN. Setelah selesai menyalurkan uang tunai dan menghitungnya, ia terkejut menemukan satu lembar uang kertas pecahan Rp50.000 yang tidak memiliki gambar atau watermark apa pun.
Postingan tersebut langsung mendapat respons dari ribuan pengguna. Hingga kini, komentar mencapai 3.900 komentar. Di antaranya, beberapa orang menawar uang kertas tersebut hingga Rp 3,5 juta.
Bank BUMN yang menjadi sasaran kritik segera membuka suara. “Sehubungan dengan informasi yang beredar mengenai uang pecahan Rp50.000 yang tidak tercetak secara sempurna dan diterima melalui mesin ATM, dapat kami sampaikan bahwa BNI memastikan bahwa seluruh mesin ATM/CRM telah dilengkapi dengan sistem yang melakukan pengecekan keaslian uang secara otomatis, baik pada saat pengisian maupun saat uang disetorkan kembali oleh nasabah,” ujar Okki Rushartomo, SVP – Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dalam keterangan tertulis pada 3 April 2026.
Okki menambahkan bahwa uang yang beredar melalui mesin ATM juga telah melewati proses pengecekan berlapis, termasuk oleh Bank Indonesia dan pihak terkait. Menurutnya, kondisi uang yang tidak tercetak sempurna dikategorikan sebagai cacat fisik pada uang kertas.
Keabsahan uang rupiah tetap menjadi kewenangan Bank Indonesia sebagai otoritas penerbit dan pengelola mata uang. “Kami menyarankan nasabah yang menerima uang dengan kondisi tidak sempurna untuk melakukan pengecekan dan/atau penukaran melalui kantor cabang BNI atau loket Bank Indonesia terdekat. BNI juga siap membantu proses klarifikasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Okki.
Bank Indonesia juga sedang menelusuri lebih lanjut lokasi dan mesin ATM yang dimaksud untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Kasus ini menyoroti pentingnya sistem verifikasi otomatis pada mesin ATM serta perlunya nasabah untuk memeriksa kondisi uang yang diterima. BNI menegaskan komitmennya terhadap keamanan dan keaslian uang yang beredar di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
