AV Transgender: Dari Nganjuk ke Yogyakarta, Lolos Hukum 2018
Gambar atau konten salah?
AV, seorang transgender asal Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, telah menempuh perjalanan panjang mencari jati diri. Sejak remaja, ia merasakan ketidaknyamanan dengan identitas biologisnya sebagai laki‑laki.
Di SMP, AV mulai menyadari bahwa ia lebih nyaman menjadi perempuan. "Memang sejak kecil sudah terlihat tandanya, lebih condong ke perempuan," ujar DR, kepala desa tempat asal VN. Pada hari itu, Senin, 27 April 2026, DR mengungkapkan pandangannya.
Perjalanan hidupnya semakin mantap ketika ia melanjutkan pendidikan di Yogyakarta. Lingkungan yang lebih terbuka membuatnya percaya diri menunjukkan identitasnya.
Keputusan besar diambil pada 2015, saat VN menjalani operasi penyesuaian kelamin di RSUD dr Soetomo Surabaya. Proses panjang dan penuh tantangan harus ia lalui, termasuk serangkaian pemeriksaan medis dan psikologis. "Sepengetahuan saya, keputusan operasi itu mendapat dukungan penuh dari keluarga, terutama ibunya," ungkap DR. Dukungan itu menjadi penguat hingga VN mantap menjalani operasi ganti kelamin.
Setelah resmi berstatus perempuan secara hukum pada 2018, melalui putusan Pengadilan Negeri Surabaya, VN akhirnya menikah dengan FK, pria 37 tahun asal Jakarta pada 2019.
Kebahagiaan VN dan suaminya semakin lengkap, karena baru-baru ini, tepatnya pada 25 Maret 2026, keduanya melangsungkan resepsi pernikahan di kampung halaman VN di Kecamatan Baron. "Saya juga diundang. Saya doakan semoga bahagia dalam membina rumah tangga," pungkas DR.
Perjalanan ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan bagi individu transgender.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
