Ayah DPRD Bangkalan Tersandung Demo Anak di Depan Kantor

Iwan D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Ayah DPRD Bangkalan Tersandung Demo Anak di Depan Kantor

Gambar atau konten salah?

Kantor DPRD Bangkalan menjadi saksi momen tak biasa ketika mahasiswa menggelar demonstrasi di depan gedung. Di tengah keramaian, seorang mahasiswa menampilkan orasi sambil berdiri di atas mobil sound system, sementara seorang anggota dewan, mengenakan baju kuning kunyit, tersenyum lebar menatap sang orator.

Video yang beredar di media sosial menampilkan Mohammad Syukur, anggota DPRD Bangkalan dari NasDem, yang mengaku memang dirinya yang tampil di video tersebut. Ia mengatakan tidak menyadari bahwa sang orator adalah anaknya sendiri.

“Kalau nggak salah demonya hari Senin (18/5). Waktu itu saya ikut menemui pendemo di belakang ketua DPRD Bangkalan. Tapi tidak tau kalau anak saya mau berorasi,” kata Syukur.

Menurutnya, ia sudah menebak kemungkinan putranya ikut aksi karena aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sebelum demo, ia berusaha menghubungi anaknya. “Waktu mendengar info akan ada demo, saya menghubungi anak saya sejak siang sampai malam hari nggak diangkat, WA nggak dibalas,” ujarnya.

Awalnya, Syukur tidak menyadari bahwa salah satu orator adalah anaknya. Ia baru mengetahui setelah melihat putranya naik ke atas mobil sound system. “Awalnya nggak lihat, soalnya dia pakai sweater yang ada tutup kepalanya itu. Tahunya setelah dia (putranya) naik di atas mobil sound system dan berorasi, nah di situ spontan teman (dewan) saya mendorong saya maju hingga seolah berhadapan,” tambahnya.

Suasana semakin hangat ketika mahasiswa lain menyadari momen tersebut. Syukur mengaku menjadi sasaran candaan rekan-rekannya. “Memang saya tak bisa menahan senyum karena gojlokan (bercandaan) teman anggota lainnya. Sampai saya memilih masuk biar tidak mengganggu konsentrasi anak saya yang berorasi,” jelasnya.

Sebagai orang tua, Syukur menegaskan tidak pernah melarang anaknya aktif berorganisasi. “Menurut saya, pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting bagi generasi muda selama dilakukan secara positif. Selama memberikan dampak manfaat saya bebaskan anak saya berorganisasi. Ya kalaupun mau demo, pesan saya jangan sampai bikin kericuhan,” tandasnya.

Sementara itu, putranya, Rohmatulloh Siddik atau biasa dipanggil Adit, mengaku tetap bersikap profesional meski harus berhadapan dengan ayahnya. “Sempat canggung sedikit, tapi tetap harus profesional menyampaikan aspirasi masyarakat. Demi profesionalitas itu saya di sengaja tidak (angkat telepon orang tua) pegang HP,” kata mahasiswa semester 6 Institut Syaichona Mohammad Cholil.

Adit mengatakan hanya beberapa rekannya yang mengetahui identitas ayahnya sebagai anggota DPRD. “Sebenarnya tidak banyak yang tau identitas orang tua saya, cuma karena celetukan itu akhirnya jadi ramai,” pungkasnya.

Aksi demonstrasi mahasiswa tersebut berlangsung di Kantor DPRD Bangkalan pada Senin (19/5). Dalam aksi, mahasiswa menyoroti beberapa isu di Kabupaten Bangkalan, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), infrastruktur jalan, sampah, hingga parkir berlangganan.

Peristiwa ini menyoroti dinamika unik antara ayah dan anak yang terlibat dalam kegiatan politik. Meskipun Mohammad Syukur adalah pejabat publik, ia memilih tidak mengintervensi dan memberi ruang bagi putranya untuk menyuarakan pendapat. Sementara Adit menegaskan profesionalitasnya, menolak mengganggu konsentrasi ayahnya. Demonstrasi ini juga menegaskan pentingnya ruang dialog bagi warga Bangkalan untuk mengekspresikan aspirasi mereka melalui aksi damai.

DPRD Bangkalandemonstrasi mahasiswaMohammad SyukurHMImobil sound systemaspirasi masyarakatBangkalanpolitik

Komentar

Memuat komentar...