Ayah Perhatikan Nutrisi Anak, Chef Arnold dan Denny Sumargo
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, tanggung jawab memantau tumbuh kembang dan kesehatan anak seringkali dianggap semata‑mata peran ibu. Banyak ayah yang tampak menganggap ringan detail‑detail penting, termasuk pemilihan makanan bernutrisi untuk buah hati mereka.
Chef Arnold Poernomo, seorang koki profesional, mengaku mengalami titik balik sejak pandemi melanda. Pada saat itu, ia menyadari bahwa standar ketat yang ia terapkan di restoran harus juga diterapkan di rumah, khususnya ketika menyiapkan makanan bagi anak.
Dari saya sendiri pengalaman, mungkin kemarin saat pandemi, kita jadi lebih aware tentang kesehatan dan kebersihan, ucap Chef Arnold saat konferensi pers peluncuran AceKid di Kempinski, Jakarta Pusat, Minggu (7 Juni 2026). Ia menekankan bahwa apa yang kita masak di meja makan juga harus memenuhi standar yang sama dengan bahan baku restoran.
“Nah itu mungkin banyak sekali kita sebagai orang tua, mungkin sebagai ayah, menggampangkan. Tapi ya, kita harus mengecek komposisi, kita juga harus aware apa saja yang kita berikan ke anak-anak kita,” tegasnya. Chef Arnold menegaskan bahwa ayah harus kritis dan memperhatikan komposisi utama asupan anak.
Denny Sumargo, aktor sekaligus presenter, juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua. Ia menjelaskan bagaimana istri, yang ia sebut “sangat akademisi sekali, dan observation-nya tinggi,” selalu memilah produk susu di pasaran demi buah hati mereka, Gabriella Allan Sumargo, yang sering dipanggil Biel.
Memang istri saya itu orangnya sangat akademisi sekali, dan observation-nya tinggi, cerita Densu. Ia menambahkan bahwa memahami label pangan dan berdiskusi dengan pasangan merupakan hal esensial.
Bagi Densu, informasi gizi dan bahan baku utama merupakan salah satu pertimbangan penting dalam menilai mutu sebuah produk susu. Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam membaca label dan memverifikasi kandungan nutrisi dapat mencegah risiko kesehatan jangka panjang bagi anak.
Kesadaran ini muncul dari pengalaman pribadi dan pengamatan langsung. Keduanya menunjukkan bahwa peran ayah tidak hanya sebatas penyedia, tetapi juga penjaga kualitas makanan yang dikonsumsi anak. Dengan demikian, kesehatan anak dapat dipertahankan melalui perhatian detail dan keputusan yang didasarkan pada data gizi yang jelas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
