Aysilla, 15 Tahun, Jadi Jemaah Haji Termuda Indonesia
Gambar atau konten salah?
Aysilla Naila Sari, seorang siswi kelas 9 di MTSN 1 Kota Malang, menjadi jemaah haji termuda yang pernah terdaftar dalam rombongan kloter 16 Embarkasi Surabaya. Ia berangkat pada usia 15 tahun, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di Indonesia.
Sejak usia satu tahun, orang tua Aysilla sudah menyiapkan “tabungan” untuk masa depan ibadahnya. Pada tahun 2012, ketika Aysilla masih berusia satu tahun, orang tua menamainya dalam daftar haji. “Kalau dulu awalnya saya itu didaftarinnya itu umur satu tahun, di tahun 2012. Didaftarkan orang tua,” jelas Aysilla saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada Minggu 26 April 2026.
Selama bertahun‑tahun, Aysilla tidak pernah mendengar kabar tentang keberangkatannya. Hanya sampai ia berusia 14 tahun, orang tua memberitahunya bahwa ia akan berangkat pada tahun 2026. “Dik katanya kamu bisa berangkat tahun depan buat ngaji sama kakak‑kakakmu. Terus katanya ada berita kalau enggak bisa (haji karena batasan usia),” ucap Ays, menirukan suara orang tua.
Awalnya, peraturan hukum menegaskan bahwa minimal usia untuk haji adalah 18 tahun atau sudah menikah, berdasarkan Undang‑Undang Nomor 8 Tahun 2019. “Jadi masih 50‑50 bisa berangkat apa enggak,” tambahnya. Namun, pada tahun 2025, Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2025 menurunkan batas minimal menjadi 13 tahun. “Katanya udah bisa berangkat karena masih umur 15. Terus ternyata ada pemberita ada berita kalau diperbolehkan berangkat. Jadi saya ikut berangkat juga,” ungkap Aysilla dengan penuh rasa senang.
Setelah mendapat persetujuan, Aysilla mempersiapkan diri secara mental dan fisik. Sebagai remaja Gen Z, ia tidak hanya fokus pada ibadah, tetapi juga ingin merasakan kehidupan di Tanah Suci. “Nyari jajan sama nyobain kafe‑kafe yang lagi viral,” kata Aysilla. Ia juga menolak untuk dipanggil dengan gelar “hajjah” setelah kembali. “Enggak mau. Dipanggil nama biasa aja,” jelasnya.
Di tengah persiapan keberangkatan, Aysilla masih menjalani ujian kelulusan SMP. Ia mengikuti ujian secara online melalui ponsel. “Mulai sebelum berangkat itu sebenarnya ada ujian. Terus besok Senin ini ada ujian lagi. Ini ujian kelulusannya. Nanti dilanjut di Madinah. Nggak ganggu konsentrasi, karena persiapan satu bulan yang lalu untuk belajarnya, karena dapat pembinaan dari sekolah,” ungkapnya.
Aysilla tiba di Asrama Haji Surabaya pada Sabtu 25 April 2026 dan berangkat ke Arab Saudi pada Minggu 26 April 2026. Ia berangkat bersama kedua orang tua dan kedua kakaknya. Selama perjalanan, ia mengaku bangga dan senang karena sudah memahami rangkaian ibadah haji berkat kegiatan manasik di sekolah.
Keberhasilan Aysilla menandai perubahan kebijakan usia haji di Indonesia. Ia menjadi contoh bahwa peraturan dapat menyesuaikan kebutuhan generasi muda, memungkinkan remaja yang sudah cukup matang secara spiritual untuk menunaikan ibadah haji. Dengan semangat belajar dan kesiapan mental, Aysilla menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang ketika didukung kebijakan yang tepat dan persiapan yang matang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun