Badai Hujan Besar di Kediri, Atap Rumah Hilang Tanpa Korban
Gambar atau konten salah?
Pada Sabtu, 04 April 2026, hujan deras bersamaan dengan angin kencang menabrak wilayah Kota Kediri, khususnya Kelurahan Kaliombo di Kecamatan Kota Kediri.
Di salah satu rumah warga, Surono, yang tinggal di RT 1 RW 5, mengaku atap rumahnya rusak parah setelah terangkat oleh angin selama badai. “Waktu itu ada petir besar. Saya sempat naik ke atas, ternyata atap sudah terangkat dan terbawa angin,” kata Surono.
Bagian atap yang hancur cukup luas. Di sisi selatan, atap berukuran sekitar 3 x 4 meter hilang, sementara di bagian utara mencapai 2 x 8 meter. Saat kejadian, Surono bersama keluarganya berada di dalam rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa.
Surono menambahkan, “Alhamdulillah tidak ada korban. Tapi atapnya langsung hilang saat hujan deras,” ujarnya.
Beberapa hari sebelum kejadian, angin kencang juga sempat melanda kawasan tersebut. Namun pada saat itu, atap rumahnya masih tertahan oleh pohon kelapa di sekitar rumah.
Akibatnya, Surono memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp 15 juta. Ia sudah melakukan perbaikan darurat secara mandiri. “Kerugian kurang lebih Rp 15 juta. Untuk perbaikan sementara kemarin sudah habis sekitar Rp 2 juta. Itu saja kemarin istri saya jual cincin emasnya untuk biaya perbaikan,” jelasnya.
Peristiwa serupa juga dialami tetangganya, Hartini. Atap dapur rumahnya dilaporkan hilang setelah diterjang angin, meski sebagian genteng di kamar sudah diperbaiki. “Yang paling parah di dapur. Kalau kamar sudah sempat dibetulkan. Tapi di dapur atapnya hilang sudah,” pungkasnya.
Hujan deras dan angin kencang di Kota Kediri menyebabkan kerusakan rumah yang cukup besar, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Warga diharapkan lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
