Bahaya Earphone: Volume Tinggi Merusak Pendengaran Sering

Endah K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Bahaya Earphone: Volume Tinggi Merusak Pendengaran Sering

Gambar atau konten salah?

Penggunaan earphone kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari‑hari. Dari musik, video, hingga pekerjaan, banyak orang mengandalkan perangkat ini untuk hiburan dan produktivitas. Namun, kebiasaan memakai earphone secara terus‑terusan dan pada volume tinggi dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius, khususnya bagi pendengaran.

Menurut penelitian yang dirangkum oleh Risa Hude, Shulhana Mokhtar, Rasfayanah, A. Tenri Sanna Arifuddin, dan Ardhani Pratama, telinga berfungsi sebagai panca indera yang menerjemahkan gelombang suara menjadi impuls listrik yang dikirim ke otak melalui saraf pendengaran. Earphone bekerja dengan mengirimkan suara langsung ke liang telinga dan gendang telinga tanpa hambatan. Ketika volume terlalu tinggi, getaran suara dapat merusak struktur halus di dalam telinga, khususnya di bagian koklea.

Kerusakan pada koklea berhubungan dengan gangguan pendengaran sensorineural, yang sering kali tidak dapat disembuhkan. Direktorat Jenderal Kesehatan menegaskan bahwa paparan suara di atas 85 decibel dalam jangka panjang dapat merusak sel rambut di koklea, sehingga menurunkan kemampuan mendengar, menyulitkan pemahaman percakapan, dan bahkan menyebabkan kehilangan pendengaran permanen. Kerusakan ini bersifat irreversible karena sel rambut tidak dapat beregenerasi.

Selain kehilangan pendengaran, penggunaan earphone berlebihan juga dapat memicu Tinnitus (Telinga Berdenging). Tinnitus biasanya muncul sebagai bunyi dengung atau desis sendiri tanpa ada sumber suara. Kondisi ini dapat muncul terus‑terusan atau hilang timbul, sehingga mengganggu konsentrasi dan tidur. Secara medis, tinnitus terjadi akibat kerusakan saraf pendengaran.

Infeksi telinga menjadi risiko lain ketika earphone jarang dibersihkan. Bakteri dapat berkembang biak di permukaan earphone, sehingga meningkatkan kemungkinan otitis externa—infeksi telinga luar yang menyebabkan gatal, nyeri, dan keluarnya cairan. Lingkungan lembap di telinga akibat pemakaian lama mempercepat pertumbuhan bakteri.

Paparan suara terus‑terusan juga dapat memengaruhi sistem saraf dan konsentrasi. Efeknya termasuk kelelahan mental, penurunan fokus, gangguan tidur, dan peningkatan stres akibat stimulasi suara berlebih. Gangguan Sistem Saraf dan Konsentrasi menjadi masalah yang sering diabaikan namun berdampak signifikan pada kualitas hidup.

Penggunaan earphone saat berkendara atau berjalan di jalan raya menimbulkan Risiko Kecelakaan (Efek Tidak Langsung). Ketika telinga terfokus pada suara dari earphone, kesadaran terhadap lingkungan berkurang, meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan.

Untuk mencegah dampak negatif tersebut, Aturan 60/60 menjadi pedoman umum dalam menjaga kesehatan pendengaran. Aturan ini mengharuskan volume earphone tidak lebih dari 60% dari kapasitas maksimal dan durasi penggunaan tidak lebih dari 60 menit per sesi. Selain itu, telinga perlu istirahat secara berkala: setidaknya 5 sampai 10 menit setiap 1 jam penggunaan, dan hindari memakai earphone selama berjam‑jam.

Penggunaan earphone saat tidur juga tidak dianjurkan. Banyak orang menggunakannya saat tertidur, namun hal ini menimbulkan risiko tinggi karena paparan suara tanpa kontrol dan tekanan fisik pada telinga saat berbaring miring. Kondisi ini dapat memperparah infeksi dan menurunkan sirkulasi udara di telinga.

Menjaga kebersihan earphone juga penting. Bersihkan minimal 1 sampai 2 kali seminggu dan hindari berbagi atau saling menggunakan earphone dengan orang lain. Kebersihan yang baik dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan infeksi.

Di Palembang, kesadaran akan bahaya penggunaan earphone berlebihan mulai meningkat. Banyak komunitas kesehatan mengadakan workshop tentang cara menggunakan earphone dengan aman, termasuk demonstrasi volume aman dan cara membersihkan perangkat. Masyarakat diharapkan dapat mengadopsi kebiasaan ini agar tidak menimbulkan masalah pendengaran di kemudian hari.

Kesimpulannya, penggunaan earphone yang tidak terkontrol dapat menimbulkan kerusakan permanen pada pendengaran, tinnitus, infeksi telinga, gangguan saraf, dan risiko kecelakaan. Dengan menerapkan aturan 60/60, memberi istirahat pada telinga, menghindari penggunaan saat tidur, dan menjaga kebersihan earphone, risiko tersebut dapat diminimalkan. Kesehatan telinga adalah investasi jangka panjang; menjaga kebiasaan penggunaan earphone yang bijak merupakan langkah penting untuk melindungi pendengaran dan kualitas hidup.

Earphonependengarantinnitusinfeksi telingaaturan 60/60kebersihanrisiko kecelakaanotitis externa

Komentar

Memuat komentar...