Bali Target 6,625 Juta Wisman 2026, Fokus Asia Baru
Gambar atau konten salah?
Denpasar – Pada tahun 2026, Dinas Pariwisata (Dispar) Bali menargetkan 6 625 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Target ini sudah tertera dalam rencana strategis (Renstra) yang berlaku hingga 2030.
“Untuk target wisman tahun ini, kami menargetkan 6 625 juta, jadi itu sudah ada di renstra (rencana strategis) ya sampai 2030 ada,” kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Bali Ida Ayu Indah Yustikarini dalam konferensi pers menjelang BBTF 2026 pada 01 April 2026.
Target 6 625 juta ini merupakan kenaikan dari target tahun 2025 yang hanya 6 500 juta orang. Namun, pada tahun 2025 Bali berhasil melampaui target tersebut, dengan total akhir kunjungan mencapai 6 900 juta wisman.
Dispar Bali menekankan bahwa fokus kini tidak hanya pada kuantitas kedatangan, melainkan juga pada kualitas wisatawan. Untuk mencapai angka tersebut, strategi baru diperlukan, salah satunya mengalihkan fokus dari wisman Eropa dan Amerika ke wilayah Asia.
“Kami banyak mohon saran kepada Kemenpar dan pelaku pariwisata yaitu mencoba mengurangi ketergantungan pada rute transit yang rentan, kemudian mencoba mendorong wisatawan dari negara tetangga yang lebih dekat misalnya Asia Pasifik yaitu Australia, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Asia Selatan India,” ujar Dayu Indah.
Data kunjungan tahun 2025 menunjukkan Australia masih memegang posisi tertinggi, diikuti oleh China, India, Korea Selatan, Inggris, Amerika, Prancis, Malaysia, Singapura, dan Jerman. Konflik di Timur Tengah membuat wisman dari negara-negara yang terancam isu keamanan—Inggris, Amerika, Prancis, dan Jerman—menurun.
“Jadi kita bisa memfokuskan ke seperti yang saya katakan tadi yaitu Australia, India, China, ada Korea Selatan, kemudian Malaysia, Singapura,” ujar Dayu Indah.
Selain wisman, Dispar Bali juga menaruh harapan besar pada wisatawan domestik. Selama pandemi COVID‑19, wisatawan domestik memberikan kontribusi signifikan pada sektor perekonomian Bali.
Dispar Bali turut mengusulkan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Luar Negeri membantu dalam penjajakan negara‑negara potensial yang kurang dilirik. Salah satunya adalah Kanada.
“Saat menerima audiensi Konsulat Jenderal Indonesia di Kanada, wisman Kanada diketahui sangat menyukai Bali karena ketenangannya. Mereka bahkan dapat menginap hingga 2 minggu lamanya di pulau Dewata,” ujarnya.
Target 6 625 juta wisman pada 2026 menandai ambisi Bali untuk tetap menjadi tujuan utama di Asia, sambil menyesuaikan strategi dengan dinamika global dan memperkuat hubungan dengan negara‑negara tetangga serta menjajaki pasar baru seperti Kanada. Fokus pada kualitas dan diversifikasi asal wisatawan menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026