Banda Aceh Serahkan Ambulans Toyota Hiace di Posyandu
Gambar atau konten salah?
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal memimpin peluncuran sekaligus penyerahan satu unit ambulans Puskesmas Keliling (Pusling) di Posyandu Boh Hate Ma, Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala. Ambulans tersebut, berbentuk Toyota Hiace, dirancang khusus untuk mengantar pasien dari rumah ke fasilitas kesehatan.
Fasilitas di dalam mobil meliputi tempat tidur pasien, tabung oksigen, oksigen cadangan, dan perlengkapan P3K. Tujuan utamanya adalah memberikan penanganan awal sebelum pasien diteruskan ke layanan lanjutan. Yang menarik, kendaraan ini juga dilengkapi mesin ultrasonografi (USG) untuk pemeriksaan kehamilan yang cepat dan akurat, serta alat kesehatan modern lainnya.
Mobil Pusling berfungsi menjemput dan mengantar pasien rujukan, serta melayani pasien yang datang langsung. Pengadaan ini merupakan upaya pemenuhan sarana dan prasarana guna meningkatkan layanan kesehatan di puskesmas, pustu, maupun jaringannya, sehingga layanan kesehatan masyarakat dapat berjalan optimal.
Dalam sambutannya, Illiza mengajak warga untuk selalu menjaga kesehatan mulai dari rumah dan lingkungan sekitar. Ia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) demi kesehatan anak-anak di masa depan.
"Ini merupakan wujud nyata komitmen, sinergi, dan kolaborasi pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat. Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus mendorong terwujudnya kota yang layak huni dengan layanan kesehatan yang lebih baik," kata Illiza.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Istri Wakil Wali Kota Dessy Maulidha selaku Ketua PKK sekaligus Pembina Tim Penggerak Posyandu Kota Banda Aceh. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Wahyudi, Camat Syiah Kuala T.M. Syukri, Keuchik Gampong Alue Naga M. Nasirullah, pendamping wali kota, tenaga kesehatan, serta unsur Forkopimda terkait.
Perkenalan ambulans ini menandai langkah konkret dalam memperluas akses layanan kesehatan di daerah, memudahkan pasien yang tinggal di daerah terpencil untuk mendapatkan penanganan awal yang cepat dan terkoordinasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
