Bandara Husein Dapat Terbuka Lagi, Wali Kota Optimis

Teguh A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Bandara Husein Dapat Terbuka Lagi, Wali Kota Optimis

Gambar atau konten salah?

Prabowo Subianto memberikan dukungan langsung untuk menghidupkan kembali Bandara Husein Sastranegara, sehingga Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kini merasa optimis bahwa reaktivasi bandara akan segera terwujud.

“Saya bersyukur sekali, setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung pada tanggal 25 Mei 2026 yang lalu, sorenya saya mendapatkan kabar Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein bersama-sama dengan Adisucipto,” kata Farhan pada 27 Mei 2026.

Bandara Husein tidak pernah ditutup, namun aktivitas penerbangan komersialnya terbatas. Saat ini hanya diizinkan penerbangan berjadwal menggunakan pesawat baling-baling, dengan tujuan antarkota di Pulau Jawa.

Prabowo Subianto secara langsung menugaskan reaktivasi dan optimalisasi komersialisasi beberapa bandara, termasuk Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta.

Untuk menindaklanjuti arahan tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Waka Bappenas) RI Febrian Alphyanto Ruddyard di Ruang Kerja Wamenhan, Jakarta, pada 25 Mei 2026.

Selain penataan bandara, pertemuan ini membahas proyeksi jangka panjang pembentukan ekosistem industri makro kedirgantaraan melalui konsep Sustainable Aerospace Park di Kertajati, yang mengombinasikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) komersial dan militer.

Kedua pihak sepakat untuk terus mematangkan cetak biru teknokratis serta pola pengelolaan asetnya. Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera menggelar rapat koordinasi lanjutan yang lebih intensif bersama kementerian teknis, jajaran TNI Angkatan Udara, serta pihak pemerintah provinsi terkait.

“Nah saya harapkan, tentu Pak Presiden yang telah memberikan perintah kepada Bappenas dan Kemenhan untuk mengkaji. Dan kajiannya ini menunjukkan bahwa potensi penerbangan di Kota Bandung, yang merupakan salah satu subsektor transportasi ini bisa tumbuh kembali,” kata Farhan.

Meski telah menerima informasi soal wacana ini, Farhan menyatakan penerbangan di Bandara Husein tetap terbatas. Pesawat yang melayani penerbangan tidak bisa berdimensi besar, karena maksimal hanya bisa untuk pesawat baling-baling, 737 hingga A370.

“Kita kan tidak bisa menerima pesawat berbadan lebar. Kita hanya bisa menerima pesawat sekelas 737 A320 gitu. Tapi cukup da Bandung mah sakitu oge. Cukup pisan itu mah,” kata dia.

Meski demikian, sebagai penerima manfaat, Farhan mengaku masih menunggu arahan lebih lanjut soal rencana reaktivitas itu. Di sisi lain, Pemkot Bandung pun berencana untuk memperbaiki sarana pendukung untuk menunjang kebutuhan operasional Bandara Husein.

“Nah eta belum tahu, pokoknya mah kita siap sedia aja. Kita beresin jalannya dulu sarana prasarana, tempat parkir dan akses yang baik. Mudah-mudahan bisa masuk APBD 2027 doakeun, ya,” kata dia.

Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menjadi fokus utama pemerintah daerah dan pusat. Dengan dukungan langsung dari Presiden dan rencana pengembangan infrastruktur, harapan akan terwujudnya penerbangan komersial yang lebih luas di Bandung semakin kuat.

Prabowo SubiantoBandara Husein SastranegaraReaktivasi BandaraSustainable Aerospace ParkKertajatiBappenasPesawat Baling-Baling

Komentar

Memuat komentar...