Bandung Siapkan 116 Titik Penerimaan Mesin RDF Pemerintah Kota
Gambar atau konten salah?
Di Bandung, pemerintah kota telah menyiapkan 116 titik untuk penerimaan mesin pengolah sampah. Rencana ini berhubungan dengan hibah teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang akan diberikan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan akan menyiapkan sistem pengolahan sampah berbasis wilayah yang akan ditempatkan di 151 kelurahan di kota tersebut. Usulan ini muncul setelah provinsi menolak opsi penetapan Bandung dengan status darurat sampah.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, “Ini sudah siap semua nih 116 titik lahannya, berarti masing-masing (kelurahan) sudah ada ya. Itu titik yang sudah terdaftar,” ujarnya pada Rabu, 17 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa RDF hibah dari Pemprov Jabar akan diuji coba di 20 titik terlebih dahulu. Setelah itu, pemerintah kota perlu menyiapkan dukungan teknis agar mesin tersebut dapat beroperasi.
Darto menjelaskan, “Ini (untuk 20 mesin) sudah tahap pendataan, lokasinya sudah siap. Kemudian penyiapan anggaran dukungan untuk alat itu juga sedang dibicarakan, karena cukup besar,” ia tambah. Ia menekankan pentingnya kesiapan lahan sebelum mesin dapat dipasang. Setiap lokasi membutuhkan lahan minimal 100 meter persegi, sedangkan ukuran ideal mencapai 150 meter persegi.
Ia juga mengakui, “Idealnya itu 150 meter persegi, tapi jujur tidak banyak titik-titik yang memenuhi syarat 150 meter persegi. Tapi kalau 100 meter persegi cukup banyak dan sekarang sudah ada 116 titik,” kata Darto. Dengan RDF, sampah yang diolah diharapkan dapat menghasilkan briket, sehingga volume sampah yang selama ini dibuang ke TPA Sarimukti dapat berkurang.
“Ya, hasilnya berupa briket. Jadi RDF-nya bukan lagi curah seperti yang plastik cacahan itu, tapi sudah berupa briket,” jelas Darto. Ia menekankan bahwa RDF bukan satu-satunya solusi pengelolaan sampah di Bandung. “Kita tidak mungkin satu solusi ya, harus multi solusi karena tidak mungkin satu teknologi terus bisa menyelesaikan semuanya, itu enggak mungkin,” pungkasnya.
Perencanaan ini menunjukkan langkah bertahap: koordinasi lintas pemerintahan, rapat teknis, pendataan lokasi, dan persiapan anggaran. Meski masih dalam tahap uji coba, penggunaan RDF diharapkan dapat mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif yang lebih terstruktur, sekaligus menurunkan beban TPA. Dengan demikian, Bandung bergerak menuju solusi pengelolaan sampah yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Monyet Ribu‑Ribu Turun ke Jurang Frinanda, Warga Khawatir
Warga Gotong‑Royong Bawa Rina ke Ambulans di Jalan Berbatu
Israel Ubah Pengelola Masjid Ibrahimi, Palestina Kecam
5 Barang Harus Dihindari di Teras Rumah untuk Keamanan
Rumah 2 Lawrence Terrace di Troedy Dijual lewat Lelang Online
Gagal Ginjal Meningkat di Usia Muda: Pola Hidup Berperan
Berita Terbaru
Bandung Siapkan 116 Titik Penerimaan Mesin RDF Pemerintah Kota
Warga Tompegunung Seru Bupati, Minta Perbaiki Jalan Rusak 3 km
65 Tahun Kusriyati Hentikan Pencurian Mobil di Parkiran Bank
Pria Terkejut Tagihan Rp690k di Restoran Yunani di kota
Thailand Siapkan Karantina, Isolasi untuk Wabah Ebola
Mbappe Terbanyak Gol Timnas Prancis, Rekor 58 Gol
Layangan Sukhoi Malang Terbang Global, Tantang Ruang
B50: Bahan Bakar Campuran Sawit‑Solar Diumumkan 1 Juli
Harga Saham GOTO Stagnan di Rp50 Meski Buyback Rp3,5T