Israel Ubah Pengelola Masjid Ibrahimi, Palestina Kecam
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Israel baru saja mengubah pengelolaan Gua Para Leluhur, yang bagi umat Muslim dikenal sebagai Masjid Ibrahimi, di wilayah Tepi Barat. Keputusan ini langsung menimbulkan kecaman dari Otoritas Palestina, yang menilai perubahan tersebut mengubah pengaturan yang telah berlaku selama puluhan tahun.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengumumkan bahwa situs suci tersebut tidak lagi berada di bawah pengelolaan Otoritas Kota Hebron. Sebagai gantinya, sejumlah kewenangan akan dialihkan kepada komite yang berada di bawah kendali Israel. Ia mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut melalui saluran Telegram pribadinya.
“Arti dari keputusan ini adalah bahwa banyak wewenang yang sebelumnya diberikan di Hebron dan di situs-situs suci – termasuk fondasi keberadaan kita, Gua Para Leluhur – tidak lagi berada di bawah kendali Pemerintah Kota Hebron,” kata Smotrich.
Ia menambahkan, “Ini jauh lebih dari sekadar langkah perencanaan, ini adalah langkah… kedaulatan praktis, pemerintahan.”
Hebron adalah kota terbesar di Tepi Barat, wilayah Palestina yang berada di bawah pendudukan Israel sejak 1967. Gua Para Leluhur atau Masjid Ibrahimi terletak di kawasan H2, wilayah yang dikendalikan Israel dan dihuni sekitar 40.000 warga Palestina serta sekitar 200 keluarga permukim Israel.
Situs tersebut memiliki nilai penting bagi tiga agama besar dunia. Umat Yahudi, Muslim, dan Kristen menghormatinya sebagai lokasi pemakaman Nabi Ibrahim atau Abraham beserta para leluhur dalam tradisi kitab suci.
Menurut Protokol Hebron 1997, sebagian besar pengelolaan kompleks tersebut berada di tangan Palestina. Namun, pejabat Palestina menilai Israel secara bertahap mengurangi kewenangan itu dalam beberapa tahun terakhir.
Perubahan kewenangan tersebut lahir melalui keputusan Dewan Perencanaan Tinggi Israel. Direktur organisasi pengawas permukiman Israel, Peace Now Yonatan Mizrahi, menjelaskan bahwa “Yang dilakukan Smotrich adalah dia mengendalikan Dewan Perencanaan Tinggi, yang mengadakan pertemuan Rabu lalu di mana mereka memutuskan bahwa tanggung jawab di Hebron ini akan beralih dari kotamadya Palestina Hebron ke Israel.”
Keputusan ini menambah daftar kebijakan Israel di Tepi Barat yang memicu penolakan dari pihak Palestina, terutama terkait pengelolaan wilayah dan situs-situs yang memiliki nilai sejarah serta keagamaan tinggi.
Perubahan pengelolaan Gua Para Leluhur menandai langkah penting dalam dinamika politik dan keagamaan di wilayah tersebut. Dengan mengalihkan kewenangan ke komite yang berada di bawah kendali Israel, pemerintah menegaskan kembali kontrol atas situs suci yang sangat dihormati oleh tiga agama besar. Dampak keputusan ini akan terus menjadi sorotan bagi komunitas internasional dan penduduk lokal yang terlibat dalam konflik panjang di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
