Banjir Bandung Gelar Runtuh Jalan, Sekolah Terpaksa Tutup

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Banjir Bandung Gelar Runtuh Jalan, Sekolah Terpaksa Tutup

Gambar atau konten salah?

Bandung menghadapi banjir yang meluas, tidak hanya di wilayah Kabupaten Bandung tetapi juga di beberapa titik di kota, terutama di Kecamatan Gedebage. Genangan air menutupi jalan dan merembes ke permukiman warga serta fasilitas umum seperti sekolah.

Menurut pengamatan pada 13 April 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, genangan muncul di Jalan Derwati menuju Ciwastra. Air tidak terlalu dalam, namun cukup menghambat arus lalu lintas kendaraan.

Di Kelurahan Rancabolang, banjir merendam jalan gang hingga ke dalam rumah warga. Suci, warga setempat, mengatakan, “Sudah dua hari banjir, kemarin paling gede.” Ia menyebut banjir diduga berasal dari luapan Sungai Cinambo Baru yang berada di belakang permukiman. “Airnya dari belakang, di sana dari sungai. Kejadian gini sering, tiap tahu, tidak ada solusi dari pemerintah,” ujarnya.

Selain Rancabolang, banjir juga melanda Komplek Adipura yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Cinambo Baru. Untuk mengurangi genangan, petugas dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) Kota Bandung menurunkan satu unit mobil penyedot air. Air dari kawasan tersebut disedot dan dialirkan ke sungai yang bermuara ke Sungai Citarum. “Adipura banjir juga, ini airnya disedot ke sungai sana (aliran menuju Citarum),” kata Ari, salah satu petugas di lapangan.

Genangan juga terlihat di akses Jalan SOR GBLA serta Kantor Dishub Kota Bandung. Meskipun masih tergenang cukup besar, jalan tersebut sudah dapat dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat.

Di Rancanumpang, banjir memengaruhi kegiatan pendidikan. Sekolah SDN 216 Sondariah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena akses menuju sekolah dan halaman masih tergenang air. Ilham, warga sekitar, mengaku, “Baru hari ini sekolah diliburkan. Banjir sejak Malam Minggu.” Meski sebagian genangan di gang permukiman mulai surut setelah penyedotan air, kondisi di area belakang rumah warga masih cukup dalam. “Di sini paling dalam sebetis, kalau dibelaknag bisa sampai lutut bahkan paha orang dewasa,” pungkasnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa banjir di Bandung tidak hanya menjadi masalah sementara. Masyarakat menuntut solusi jangka panjang, sementara pemerintah masih mencari cara efektif untuk mengatasi luapan sungai yang terus berulang setiap tahun.

Banjir BandungSungai Cinambo BaruDinas Sumber Daya AirPenyedot airSDN 216 SondariahKecamatan GedebageRancabolang

Komentar

Memuat komentar...