Banjir dan Pohon Tumbang di Malang, BPBD Cepat Tanggap
Gambar atau konten salah?
Hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kota Malang. Cuaca ekstrem ini menimbulkan pohon tumbang dan banjir di beberapa titik.
BPBD Kota Malang mencatat 16 lokasi banjir dan 4 titik pohon tumbang yang tersebar di beberapa kecamatan. Genangan air melanda jalan protokol dan kawasan padat penduduk, dengan ketinggian air berkisar antara 10 sentimeter hingga 50 sentimeter.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menginformasikan bahwa tim di lapangan sudah bergerak cepat untuk menanggulangi dan mendata dampak kerusakan. “Banjir disebut terpantau sudah mulai surut pukul 18:30 WIB, dan pohon tumbang sebagian sudah dilakukan evakuasi oleh petugas.” ujar Prayitno.
“Tercatat ada 16 titik genangan banjir dan empat titik pohon tumbang. Banjir terpantau sudah mulai surut sejak pukul 18:30 WIB dan proses evakuasi pohon tumbang sebagian besar telah diselesaikan,” tambahnya kepada wartawan, Senin, 30 Maret 2026. Menurut Prayitno, konsentrasi genangan air paling banyak terpantau di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru.
Di Kecamatan Blimbing, banjir terpantau di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Letjen S. Parman, Jalan Industri Barat, hingga kawasan Jalan Sulfat dan Jalan Borobudur. Sedangkan di Kecamatan Lowokwaru, genangan air cukup tinggi sempat melumpuhkan aktivitas di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Bungur, hingga Jalan Terusan Kendalsari.
Angin kencang juga memicu insiden pohon tumbang di empat lokasi berbeda. Di Jalan Lapangan Brawijaya Rampal, sebuah pohon tumbang dilaporkan menimpa satu unit mobil. Kejadian serupa juga terjadi di Jalan Trunojoyo, mengenai sepeda motor, serta di kawasan Splendid, di mana pohon ceri menimpa atap sebuah kios burung. Di Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepatnya di depan pintu 3 RSSA, dahan pohon yang patah sempat tersangkut pada kabel jaringan Telkom sehingga memerlukan penanganan khusus agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Meski terdapat kerusakan material pada kendaraan dan bangunan semi‑permanen, BPBD Kota Malang memastikan bahwa tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam rentetan peristiwa ini. Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus melakukan pembersihan sisa‑sisa material sampah akibat banjir dan potongan dahan pohon di lokasi kejadian guna memastikan arus lalu lintas kembali normal sepenuhnya.
Peristiwa ini menegaskan kerentanan wilayah perkotaan terhadap cuaca ekstrem. Respons cepat dari BPBD dan pihak berwenang berhasil meminimalkan kerusakan dan mencegah korban jiwa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
