Banjir Dras pada 24 Maret, Pasuruan Terpaksa Evakuasi

Hari W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Banjir Dras pada 24 Maret, Pasuruan Terpaksa Evakuasi

Gambar atau konten salah?

Selasa sore, 24 Maret 2026, hujan deras menurunkan air Sungai Wrati hingga meluap di Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji. Kepala BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, turun ke lokasi bersama timnya untuk meninjau dampak banjir.

Untuk mencapai dusun yang terendam, Gatot dan rekan menggunakan perahu warga. Perahu tersebut biasanya dipakai penduduk untuk pergi keluar dusun. Perjalanan melewati sawah yang sudah terendam memerlukan ketelitian dan kecepatan.

Gatot menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari dengan 22 sortie guna menanggulangi cuaca ekstrem. Namun, karena keterbatasan jumlah sortie, wilayah Pasuruan tidak masuk dalam rencana operasi. “Semoga hari ini potensi hujan di Pasuruan bisa tertangani, agar banjir yang terjadi disini bisa segera surut. Karena penyebab hujan di Pasuruan ini akibat intensitas hujan yang tinggi,” kata Gatot.

Ia menambahkan, “Peninjauan yang kami lakukan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah, baik dari provinsi maupun Kabupaten Pasuruan, untuk setidaknya bisa meringankan beban warga terdampak.”

Meski peninjauan sudah dilakukan, banjir masih melanda beberapa kecamatan pada Rabu, 25 Maret 2026. Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, dan Lamongan. Wabup Pasuruan, HM Shobib Asrori, mengimbau warga untuk mematikan aliran listrik yang terkena banjir guna menghindari konsleting dan sengatan listrik. Ia juga menegaskan bahwa banjir tersebut merupakan dampak cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi.

BPBD Jatim segera mengirimkan dukungan logistik. Berikut daftar bantuan yang dikirim:

  • Biskuit minimanis 3.600 pack
  • Biskuit klepon 3.600 pack
  • Biskuit marie 2.565 pack
  • Biskuit malkist 900 pack
  • Kidsware 100 paket
  • Makanan tambah gizi koktail 360 kaleng
  • Tambah gizi kacang hijau 360 kaleng
  • Perlengkapan makanan 50 paket
  • Siap saji nasi opor 240 kaleng
  • Siap saji nasi kare 240 kaleng
  • Siap saji nasi goreng 240 kaleng

Selain makanan, tim juga menyiapkan peralatan evakuasi: perahu karet, tenda pengungsi, dan personel. Semua alat tersebut dikirim untuk membantu evakuasi warga terdampak. Wabup, Kalaksa BPBD Pasuruan Sugeng Hariyadi, Camat Beji Abdurachim Efendhy, Forkopimcam, dan Kades Kedungringin Rizki Wahyuni turut hadir di lokasi.

Kades Kedungringin menegaskan, “Dibanding banjir-banjir sebelumnya, banjir ini memang yang paling besar.”

Untuk menanggulangi dampak banjir, BPBD Jatim juga membentuk shelter dapur umum di tiga lokasi: Kecamatan Rejoso, Winongan, dan Bangil. Selain itu, banjir juga melanda Beji, Grati, Gondangwetan, Gempol, dan Pohjentrek.

Tim BPBD Jatim tidak hanya mengirimkan makanan, tetapi juga nasi bungkus dan siap saji kepada warga terdampak. Semua bantuan tersebut disalurkan langsung ke tempat tinggal warga yang terkena banjir.

Peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menghadapi cuaca ekstrem. Meskipun operasi OMC tidak mencakup Pasuruan, upaya cepat dan logistik yang disediakan membantu meringankan beban warga yang terkena dampak banjir.

Banjir PasuruanOperasi Modifikasi CuacaBPBD Jawa Timurperahu karetbantuan logistikcuaca ekstremPasuruan

Komentar

Memuat komentar...