Banjir Malang Terjadi di 15 Titik: BPBD Peringatkan Warga

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Banjir Malang Terjadi di 15 Titik: BPBD Peringatkan Warga

Gambar atau konten salah?

Pada sore hari di Malang, hujan deras menimpa kota, menimbulkan banjir di beberapa titik.

BPBD Kota Malang mencatat bahwa 15 wilayah terendam akibat luapan air dari saluran drainase, dan 15 titik banjir tersebar di 5 kecamatan. Banjir mulai muncul pada pukul 15.23 WIB.

Area yang paling terdampak adalah Kedungkandang, di mana warga juga melaporkan hujan es saat hujan lebat.

Di Kelurahan Sawojajar, empat titik banjir terpantau: Jalan Danau Kerinci Raya, Jalan Danau Toba, Jalan Danau Ranau, dan Jalan Danau Maninjau.

Lowokwaru mencatat empat titik luapan, termasuk Jalan Bungur, Jalan Kedawung, Jalan Simpang Bunga Krisan, dan area EWS Sudimoro.

Blimbing melaporkan tiga titik banjir, satu di depan Kantor Kelurahan Blimbing dan satu lagi di Jalan Letjen Sutoyo.

Sukun dan Klojen masing-masing mencatat dua titik banjir, terpantau lewat sistem peringatan dini dan genangan di jalan protokol seperti Simpang Raya Langsep.

Surya Adi Nugraha, kepala logistik dan darurat di BPBD Kota Malang, mengatakan tim sedang bekerja ekstra di lapangan untuk menanggulangi luapan air.

Ia menambahkan, "Hujan lebat dengan durasi yang cukup lama ini memang memicu kenaikan debit air yang melebihi kapasitas drainase. Ada 15 titik banjir menyebar di empat kecamatan,".

Ia juga menyatakan, "Tidak ada laporan adanya korban. Banjir terpantau mulai surut perlahan di beberapa titik,".

Terakhir, ia mengingatkan, "Kami meminta warga tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi sewaktu-waktu. Segera bersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing dan hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang terjadi,".

Untuk menanggulangi situasi, BPBD Kota Malang dan pihak terkait telah memulai pengurasan air serta pembersihan material sisa banjir yang terbawa arus ke jalan raya. Mereka juga berencana mengevaluasi infrastruktur jangka panjang, seperti pembangunan Rain Storage Infiltration Facility (RSIF) atau embung, dan optimalisasi Gerakan Angkut Sampah dan Sediment (GASS) untuk mencegah kejadian serupa.

Dengan tidak ada korban dan genangan air perlahan surut, kota mengimbau warga tetap waspada, bersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing, dan hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras disertai angin kencang.

Fokus pada manajemen drainase dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi banjir akibat hujan deras di Malang.

Banjir MalangHujan derasDrainaseBPBD Kota MalangKecamatan KedungkandangRSIFPeringatan Dini

Komentar

Memuat komentar...