Banjir Pasuruan: Dua Titik Surut, Satu Terendam Pagi
Gambar atau konten salah?
Di jalur pantura Pasuruan, dua titik banjir sudah mulai surut. Namun satu titik baru masih terendam. Titik baru ini muncul di perbatasan kota dan kabupaten sebelah timur.
Lokasinya berada antara Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan dan Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Air di sana sudah menempati sejak Rabu (25 Maret 2026) pagi.
Menurut pengamatan, genangan air di titik ini berkisar antara 20‑40 sentimeter. Kendaraan roda dua dan roda empat masih terlihat lewat, tetapi harus melambat. Laju kendaraan yang sangat lambat menyebabkan akumulasi lalu lintas. Beberapa motor bahkan mogok, menambah hambatan arus lalu lintas.
“Kalau bisa kendaraan roda dua naik tol saja. Kalau roda dua harap berhati-hati,” kata Ahmad Romadoni, salah satu warga.
Petugas kepolisian sudah berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas. Beberapa warga turut membantu mengarahkan kendaraan dan menolong motor yang mogok.
Sejak Selasa (23 Maret 2026) malam, banjir di beberapa titik jalur pantura Pasuruan, seperti Desa Beji, Kecamatan Beji, dan di kawasan Jembatan Buk Wedi Jalan Ir Juanda, Kota Pasuruan, sudah mulai surut. Jalan kembali dapat dilalui.
Secara keseluruhan, meski dua titik banjir utama sudah menurun, satu titik baru masih menimbulkan gangguan lalu lintas. Upaya pengaturan oleh polisi dan bantuan warga menjadi kunci untuk menjaga keamanan di jalan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
