Banjir Pasuruan Rusak Jalan Paving, PUPR Siap Perbaikan
Gambar atau konten salah?
Banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan pada akhir pekan lalu merusak infrastruktur penting di wilayah pedesaan. Jalan dan saluran air di Desa Beji, Kecamatan Beji, mengalami kerusakan cukup parah.
Kerusakan jalan masuk Dusun Beji mencakup jalan paving berlebar 3,5 meter dan panjang 20 meter. Gerusan air di permukaan mencapai kedalaman kurang lebih satu meter.
Di Dusun Ketiron, jalan masuk juga rusak. Lebar jalan 2,8 meter dan panjang 18 meter, sehingga akses warga terhambat.
Selain itu, saluran air sepanjang 11 meter di RT 03 dan RT 04 turut mengalami kerusakan. Hal ini mengganggu drainase di kawasan tersebut.
"Kami melihat infrastruktur di Beji menjadi salah satu yang masuk skala prioritas untuk dibantu. Dan ini juga menjadi atensi dari Pak Bupati langsung," kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasuruan, Fajar Cahyo, Minggu (29 Maret 2026).
Dinas PUPR segera menyiapkan rencana perbaikan pascabencana banjir. Pemulihan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang disediakan khusus untuk situasi darurat.
"Pelaksana pengerjaan siap mengerjakan dan membutuhkan waktu lima hari," terangnya.
Warga Dusun Beji mengaku senang dengan respons cepat Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Mereka menilai akses ke jalan raya terhambat akibat kerusakan paving.
Banjir disebabkan luapan sungai setelah hujan lebat selama lebih dari dua jam pada Selasa (24 Maret 2026). Sebanyak 39 desa dan kelurahan di 10 kecamatan terdampak.
Dengan mobilisasi cepat dan dana BTT, PUPR berupaya memperbaiki infrastruktur agar warga dapat kembali beraktivitas normal. Perbaikan diharapkan selesai dalam lima hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
