Bank Indonesia Jaga Stabilitas Rupiah Selama Libur Lebaran 2026
Gambar atau konten salah?
Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah akan terjaga selama libur Lebaran meskipun ada perkembangan geopolitik yang memengaruhi, terutama konflik di Timur Tengah. Meskipun pasar keuangan domestik tutup sementara untuk Idul Fitri, perdagangan Rupiah di pasar internasional tetap aktif.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyatakan bahwa perdagangan Rupiah di luar negeri tetap berlangsung. Ia menambahkan bahwa fluktuasi nilai tukar dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.
Dalam upaya mengantisipasi gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik tersebut, BI memastikan akan menjaga stabilitas Rupiah sepanjang libur Lebaran pada tahun 2026. Destry menjelaskan, "Sebagai langkah antisipasi, kami akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter yang ada."
BI telah menyiapkan strategi untuk melindungi ekonomi nasional dari efek perang. Destry menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memperkuat ketahanan eksternal Indonesia. Jika situasi di Timur Tengah semakin memburuk, BI siap mengambil langkah penyesuaian yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas perekonomian di tengah tantangan global yang ada. Dengan mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter, BI berharap dapat meminimalkan dampak negatif dari ketegangan internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
