Bank Jatim Tampilkan Laba 20% dan Aset 105,8 Triliun di SCBD
Gambar atau konten salah?
Di Hotel Discovery SCBD Jakarta, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menggelar Pemaparan Publik Kinerja Keuangan tahun 2025. Pertemuan ini menampilkan hasil keuangan bank setelah menutup tahun fiskal 2025 di tengah dinamika ekonomi nasional.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa penutupan tahun 2025 berlangsung di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Manajemen telah menerapkan beberapa strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan bank, termasuk pengelolaan dana pihak ketiga dan penerbitan obligasi.
Strategi tersebut meliputi keseimbangan pengelolaan Dana Pihak Ketiga dengan memperbesar rasio dana murah, serta penerbitan obligasi guna mendukung portofolio stable fund bank. Bank Jatim juga menyalurkan pinjaman secara selektif pada sektor prospektif, memperdalam penetrasi bisnis kredit konsumer, disiplin pengaturan pendapatan dan beban, serta meningkatkan transaksi digital untuk pendapatan non bunga. Kualitas aset dikendalikan secara agresif sesuai appetite risiko.
“Nah, untuk mendukung visi menjadi BPD Nomor 1 di Indonesia, kami kembali melanjutkan journey transformasi melalui lima pilar utama. Yaitu aspek tata Kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi manpower sebagai aset utama, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, serta optimalisasi sinergi bisnis untuk Kelompok Usaha Bank,” papar Winardi, dalam keterangan tertulis, Selasa 31 Maret 2026.
Nilai aset Bank Jatim per 2025 mencapai Rp 105,8 triliun, tumbuh 3,70% YoY. Komposisi aset didukung oleh peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp 67,2 triliun atau 4,98% YoY, pengelolaan bisnis treasury, dan DPK yang tumbuh 1,43% YoY.
Bank Jatim mencatat laba bersih sebesar Rp 1,54 triliun, naik 20,65% dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran kredit Bank Jatim (Bank Only) tumbuh konservatif 4,98% YoY atau Rp 67,24 triliun, dengan kredit konsumer Rp 36,54 triliun (↑6,20%) dan kredit produktif Rp 30,7 triliun (↑3,55%).
Fokus Bank Jatim pada tahun 2025 menitikberatkan pada penetrasi dana murah melalui pendekatan transaction banking dan bisnis ekosistem, meningkatkan jumlah dana dan nasabah. Hal ini tercermin pada kinerja dana pihak ketiga: giro Rp 21,4 triliun (↑12,5%) dan NoA naik 5,64% YoY, dengan total nasabah DPK 10,915,749.
Performa konsolidasi Bank Jatim sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan: total aset naik 42,93% YoY dari Rp 118,142 triliun menjadi Rp 168,855 triliun; penyaluran pinjaman tumbuh 46,65% dari Rp 75,35 triliun menjadi Rp 110,503 triliun; laba bersih konsolidasi naik 24,80% YoY dari Rp 1,296 triliun menjadi Rp 1,617 triliun. Capaian ini mencerminkan bisnis solid dan strategi efektif bank.
Bank Jatim terus memperbaiki kualitas aset melalui mekanisme hapus buku sebesar Rp 1,03 triliun dengan recovery rate 18,6% (≈Rp 192 miliar) dan restrukturisasi kredit sebesar Rp 4,17 triliun. Bank juga menerapkan incentive penagihan extracomptable, keringanan bunga dan denda, pelunasan sebagian agunan, serta fleksibilitas penebusan agunan untuk mempercepat penyelesaian kredit. Monitoring dan kontrol dilakukan secara berkala (mingguan, dua mingguan, bulanan) di bawah kepemimpinan Direksi.
Di tahun 2025, Bank Jatim resmi menjadi induk atas lima BPD, yaitu:
- Bank NTB Syariah
- Bank Banten
- Bank Lampung
- Bank Sultra
- Bank NTT
Sinergi permodalan telah terimplementasi secara tuntas. Rencana untuk 2026 menargetkan pemaksimalan sinergi bisnis, keuangan, dan dukungan lainnya sebagai enabler.
Jaringan fisik kantor cabang Bank Jatim tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur, sementara layanan transaksi digital memudahkan nasabah bertransaksi di mana saja. JConnect Mobile mencatat 993,972 user (↑22,40%) dan total transaksi Rp 65,77 triliun (↑29,55%). JConnect IB Corporate melayani 11,199 user (↑14,79%) dengan transaksi Rp 23,36 triliun. QRIS Bank Jatim melayani 203,725 user dengan transaksi Rp 3,94 triliun (↑47,25%). AGEN JATIM, dengan 14,842 agen, berkontribusi pada penyaluran kredit melalui metode referral.
Analyst meeting tersebut dihadiri oleh Wakil Direktur Utama R Arief Wicaksono, Direktur Keuangan RM Wahyukusumo Wisnubroto, dan Direktur Bisnis Tonny Prasetyo. Bank Jatim menunjukkan bahwa kinerja
Komentar
Memuat komentar...
Terkait