Bank Mega Syariah Laba Q1 2026 Naik 51%, Pendapatan Naik 20%

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Bank Mega Syariah Laba Q1 2026 Naik 51%, Pendapatan Naik 20%

Gambar atau konten salah?

Bank Mega Syariah melaporkan hasil yang positif pada triwulan pertama tahun 2026, menampilkan pertumbuhan profitabilitas yang kuat. Peningkatan ini didorong oleh penguatan bisnis, efisiensi, dan optimasi strategi pembiayaan di segmen ritel serta korporasi.

Hingga 31 Maret 2026, bank ini mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 79,97 miliar, naik lebih dari 51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan kinerja ini berakar pada pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp 191,60 miliar, naik lebih dari 20%. Pendapatan ini mencerminkan kontribusi signifikan dari model bagi hasil yang diadopsi bank.

Dalam hal penyaluran dana, total pembiayaan yang diberikan mencapai lebih dari Rp 9,26 triliun, tumbuh lebih dari 7,2% dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp 8,64 triliun. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan melampaui Rp 10 triliun.

Bank Mega Syariah terus memperkuat bisnis pembiayaan, terlihat dari pertumbuhan pendapatan berbasis piutang dan bagi hasil. Pendapatan piutang melonjak menjadi lebih dari Rp 118 miliar, tumbuh sekitar 40,9%. Pendapatan bagi hasil juga naik, tumbuh sekitar 4,7% menjadi lebih dari Rp 114,73 miliar.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional. "Kami terus mengoptimalkan strategi bisnis dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan pengelolaan biaya dana. Di saat yang sama, kami juga memperkuat layanan kepada nasabah melalui inovasi produk dan sinergi ekosistem," ujar Hanie.

Di sisi penghimpunan dana, bank secara konsisten mengoptimalkan struktur pendanaan untuk menjaga efisiensi biaya. Strategi ini berkontribusi pada peningkatan margin, tercermin dari kenaikan Net Imbalan (NI) menjadi 5,85% dari sebelumnya 4,04%. Efisiensi operasional juga menunjukkan perbaikan, dengan rasio BOPO turun menjadi 76,90% dari sebelumnya 85,08% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Permodalan bank tetap kuat, dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 27,63%.

Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun," tutup Hanie.

Bank Mega Syariah menunjukkan bahwa strategi fokus pada efisiensi, pengelolaan biaya, dan inovasi produk dapat menghasilkan pertumbuhan yang stabil dan meningkatkan profitabilitas. Dengan komitmen pada manajemen risiko dan kualitas aset, bank ini menegaskan kesiapan untuk mempertahankan momentum positif hingga akhir tahun 2026.

Bank Mega Syariahprofitabilitaspendapatan bagi hasilpembiayaanefisiensi operasionalrisikokualitas aset

Komentar

Memuat komentar...