Banyuwangi Penuh 47.478 Wisatawan Selama Libur Kenaikan Isa
Gambar atau konten salah?
Banyuwangi menjadi pusat perhatian saat libur panjang Kenaikan Isa Almasih berlangsung. Selama periode 14-17 Mei 2026, 47.478 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, menempati berbagai destinasi dan akomodasi di kota ini.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi mencatat 46.685 pengunjung berasal dari dalam negeri dan 793 berasal dari luar negeri. Data ini menegaskan bahwa Banyuwangi tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu libur.
“Alhamdulillah, kami bersyukur Banyuwangi tetap menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu liburannya. Terima kasih kepada semua pihak yang terus bahu membahu dalam menjaga dan memajukan pariwisata Banyuwangi. Ini menjadi penyemangat kita bersama untuk terus memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan aman bagi semua,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Minggu (17/5/2026).
Lonjakan kunjungan ini menekan kapasitas hotel dan penginapan. Beberapa akomodasi melaporkan tingkat hunian mencapai 100 % selama periode libur panjang. Akomodasi seperti Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center dan Villa Solong mencatat okupansi penuh sejak awal periode.
Salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi adalah Hutan De Djawatan. Objek wisata ini, terkenal dengan deretan pohon trembesi ratusan tahun, menarik 7.266 wisatawan. Kawasan ini dikenal dengan suasana rindang, menjadi tempat favorit untuk berfoto dan menikmati udara segar.
Pantai Pulau Merah, yang populer dengan panorama matahari terbenam, dikunjungi sebanyak 5.636 wisatawan. Pantai Marina Boom mencatat 4.965 pengunjung, diikuti oleh Kawah Ijen dengan 3.297 pengunjung, dan Pantai Mustika dengan 2.869 wisatawan.
Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar Banyuwangi, Hartono, menambahkan bahwa destinasi wisata di kawasan perkotaan juga ramai dikunjungi. “Seperti Banyuwangi Park yang ada di tengah kota yang ramai diserbu wisatawan. Tercatat 4.050 telah berkunjung ke sini selama long weekend. Jumlah ini diprediksi masih bisa bertambah mengingat kunjungan masih tetap buka hingga sore nanti,” ujar Hartono.
Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center mengaku seluruh kamar telah penuh sejak jauh hari, terutama pada 14-15 Mei. “Okupansi naik 100 percent. Semua kamar fully booked di tanggal 14-15 Mei. Mayoritas tamu berasal dari luar kota,” kata Sales Manager Aston Banyuwangi, Sari.
Hal serupa juga terjadi di Villa Solong yang menawarkan panorama Selat Bali. Penginapan tersebut mengalami lonjakan okupansi selama long weekend. “Tanggal 14-16 kemarin, semua kamar penuh. Dan semua tamu kami dari luar kota, di antaranya Jakarta, Surabaya, Bali. Rata-rata mereka memang mau liburan di Banyuwangi,” ujar Executive Marketing Villa Solong, Imam Solehan.
Dengan jumlah kunjungan yang tinggi dan okupansi hotel mencapai 100 %, Banyuwangi menunjukkan daya tarik yang kuat bagi wisatawan. Kota ini berhasil mempertahankan popularitasnya sebagai destinasi liburan, sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan akomodasi dan fasilitas wisata yang memadai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
