Banyuwangi Siap Hadirkan BMX Supercross 2026, 27-28 Juni
Gambar atau konten salah?
Banyuwangi BMX Supercross 2026 akan menarik perhatian para pembalap BMX, baik dari dalam maupun luar negeri. Sejumlah pembalap mulai berdatangan ke Banyuwangi menjelang acara ini, yang masuk ke kalender Union Cycliste Internationale (UCI) sebagai Class 1. Kejuaraan balap sepeda ini dijadwalkan berlangsung di Sirkuit BMX Supercross Muncar pada 27-28 Juni 2026.
Menurut Dwi Handayani, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi, negara-negara yang sudah terjadwal akan berpartisipasi antara lain Singapura, Philippina, dan Thailand. Ia menambahkan bahwa keterlibatan negara lain belum dipastikan.
“Pendaftaran sudah dimulai sejak Mei lalu dan sampai 20 Juni nanti. Pendaftaran bisa melalui website banyuwangisport.com,” jelas Yani pada Jumat, 19 Juni 2026.
Dispora sudah memulai beberapa persiapan di lapangan. Saat ini, area sirkuit tengah sedang diperbaiki dan dibersihkan agar sesuai dengan regulasi UCI, mengingat balap sepeda BMX masuk dalam kalender UCI Class 1. Tujuannya agar lintasan memenuhi standar internasional.
Aspek teknis juga mendapat perhatian khusus. Yani menegaskan, “Kami menyiapkan prosedur medis apabila ada kejadian yang tidak diinginkan/cedera, kemudian keamanan di area paddock dan start hill, mengatur mekanisme proses start, agar berjalan cepat dan benar.”
Selain itu, panitia sedang memetakan lokasi untuk peralatan lomba dan properti. Koordinasi dengan stakeholder atau SKPD terkait, khususnya masalah medis, keamanan, rekayasa parkir, atraksi dan lainnya, juga menjadi bagian dari persiapan.
Untuk menambah daya tarik, Banyuwangi BMX Supercross 2026 membuka kategori baru yakni Men Under 23 (U-23) dan Women Under 23 (U-23), yang belum pernah dipertandingkan di ajang serupa di Banyuwangi.
Yani menegaskan bahwa sejumlah atlet sudah tiba lebih awal untuk beradaptasi dengan lintasan. Panitia membuka akses latihan bagi para peserta dengan retribusi yang ditetapkan: Rp 5.000 per orang bagi pembalap lokal Banyuwangi, Rp 10.000 per orang bagi pembalap luar Banyuwangi, dan Rp 2.500.000 bagi pembalap internasional yang dihitung untuk tim per hari.
“Kalau orang luar negeri mereka lebih mahal karena mintanya satu paket lengkap bersama tenaga medis juga yang disiapkan mengawal saat latihan berlangsung,” ungkap Yani.
Salah seorang pembalap asal Medan, Sumatera Utara, Hilmi, mengaku sudah berada di Banyuwangi selama hampir sepekan untuk menjalani persiapan. “Saya dengan 4 orang datang minggu malam dan langsung latihan hari Seninnya itu,” terang Hilmi.
Dengan persiapan matang, event ini diharapkan dapat menampilkan kompetisi BMX yang aman, terstruktur, dan menarik bagi penonton serta para atlet.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
