Batas Gula Anak: 20 Gram per Hari, Tak Punya Dampak Hiperaktif
Gambar atau konten salah?
Para orang tua di Medan seringkali khawatir anak mereka mengkonsumsi gula berlebihan. Banyak yang percaya bahwa gula dapat membuat anak menjadi hiperaktif.
Menurut dr. Eka Febriyanti, seorang ahli gizi, “Untuk batas gula ya pada anak, kalau dari WHO gula itu batasannya adalah 10 persen dari seluruh kebutuhan energi total. Gula yang ditambahkan maksudnya, kita bilang added sugar,” ujarnya.
Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa gula tambahan tidak boleh melebihi 10 % dari total energi harian anak. Dr. Eka menekankan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan energi yang berbeda, sehingga orang tua harus menghitung terlebih dahulu jumlah tersebut.
Misalnya, seorang anak membutuhkan 1.400 kcal per hari. “Kita harus hitung dulu kebutuhan energi total seorang anak itu gitu. Kalau misalnya dia kebutuhan energi totalnya sekitar 1.400 misalnya, berarti maksimal dia boleh konsumsi gula tuh sampai 35 gram,” jelasnya. Ia menambahkan, “Lebih baik lagi di bawah itu, misalnya 20 gram saja, artinya itu hanya satu sendok gula.”
Dr. Eka menegaskan bahwa konsumsi gula tidak secara langsung menyebabkan hiperaktif. Namun, pada anak yang mengalami ADHD, gula dapat memperburuk gejalanya. “Secara langsung tidak. Jadi, apakah langsung ketika seorang anak itu konsumsi banyak gula dia menjadi hiperaktif, secara langsung tidak gitu. Namun pada anak-anak yang misalnya dia mengalami attention deficit disorder kayak ADHD, bisa saja konsumsi gula itu memperburuk gejala,” ujarnya.
Untuk anak yang tidak memiliki gangguan perhatian, gula tidak langsung memicu hiperaktif. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, gula dapat menimbulkan masalah lain seperti obesitas dan kerusakan gigi. “Tapi kalau pada anak-anak normal sih nggak. Gula itu lebih masalahnya ke pada menyebabkan obesitas atau karies gigi,” tutupnya.
Rabu (15 April 2026), dr. Eka mengajak orang tua menghitung kebutuhan energi anak dan membatasi gula tambahan hingga 20 gram per hari. Dengan cara ini, risiko obesitas dan masalah gigi dapat dikurangi, sementara anak tetap mendapatkan energi yang cukup untuk tumbuh dan belajar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Messi Gagal Penalti, Argentina Bangkit Hajar Mesir
Messi Garang di Piala Dunia 2026, Borong 8 Gol
Prancis vs Maroko: Duel Perempat Final Piala Dunia
Pencurian Celana Dalam Meresahkan Warga Banyuwangi
200 Ribu Kondom Palsu China Diselundupkan ke Eropa
Pria AS Dipecat Gara-Gara Kue Kering Rp 35 Ribu
Modi Yakin Restorasi Prambanan Tarik Wisatawan India