Batik Air Luncurkan Penerbangan Perdana di Nabire Papua

Sigit W. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Batik Air Luncurkan Penerbangan Perdana di Nabire Papua

Gambar atau konten salah?

Bandara Douw Aturure di Nabire, Papua Tengah, menandai tonggak baru ketika maskapai Batik Air memulai operasi pertamanya pada hari Kamis, 23 April 2026. Penerbangan ini datang tiga hari setelah kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah tersebut.

Ketika pesawat pertama kali mendarat, suasana di landasan diwarnai tradisi water salute, di mana air disemprotkan ke badan pesawat sebagai ungkapan penghormatan. Lebih dari 130 penumpang, termasuk Direktur Produksi Batik Air, Capt. Zwingly Silalahi, menumpang dalam penerbangan dari Bandara Pattimura di Ambon.

Pendaratan ini dianggap langkah strategis untuk memperkuat konektivitas udara di timur Indonesia, khususnya Papua Tengah. Kehadiran Batik Air, yang berada di bawah naungan Lion Air Group, langsung disambut oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, yang mewakili Gubernur Meki Nawipa, serta Bupati Nabire, Mesak Magai. Mereka memberikan ikat kepala Papua dan noken kepada Capt. Zwingly Silalahi sebagai simbol penghormatan.

Bandara Douw Aturure terus mengalami pengembangan signifikan. Dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire, fasilitasnya mencakup runway, apron, taxiway, terminal penumpang, terminal kargo, dan bangunan pendukung lainnya. Salah satu peningkatan utama adalah perpanjangan runway dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter. Dengan panjang ini, pesawat berbadan besar seperti Airbus A320 dan tipe Boeing dapat mendarat di Nabire.

Bupati Nabire, Mesak Magai, menyampaikan apresiasi atas pembukaan rute ini. Ia berharap kehadiran Batik Air dapat meningkatkan layanan transportasi udara di wilayah Papua Tengah dan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat. "Saya atas nama seluruh masyarakat Nabire menyampaikan terima kasih atas jajaran Batik Air dan selamat mendarat dengan sukses di Nabire sehingga pelayanan bisa meningkat lagi di Indonesia bagian timur, Papua bagian tengah," ujarnya.

Direktur Produksi Batik Air, Capt. Zwingly Silalahi, menekankan bahwa dengan runway sepanjang 2.500 meter, peluang penerbangan langsung ke Jakarta semakin terbuka. "Semoga ke depan Nabire bisa terhubung langsung ke Cengkareng," ujarnya optimistis.

Dalam sambutannya, Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, menegaskan bahwa kehadiran rute ini merupakan momen yang telah lama dinantikan masyarakat Papua Tengah. "Hari ini adalah hari yang kita tunggu-tunggu setelah penantian panjang. Ini merupakan tindak lanjut sejak 17 Juli 2025, saat pertama kali pesawat mendarat di sini. Penantian kita bersama akhirnya terjawab dengan hadirnya layanan penerbangan ini," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya konektivitas baru ini bagi wilayah Papua Tengah. "Dari data yang kami terima, konektivitas kini terbuka dari Nabire ke Jakarta via Ambon, dan juga ke Makassar via Ambon. Bagi kami ini sangat strategis. Rute ini akan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, dan yang terpenting mendekatkan jantung ekonomi Papua Tengah dengan pusat pertumbuhan nasional seperti Jakarta, Makassar, dan Ambon," jelasnya.

Silwanus menambahkan harapan besar terhadap pengembangan rute ke depan, terutama setelah kunjungan Wakil Presiden. "Kemarin saat Bapak Wakil Presiden tiba, beliau langsung menuju ujung landasan. Kita semua berdoa agar ke depan rute langsung Nabire-Jakarta (Cengkareng) bisa segera terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama," tambahnya.

Dengan pendaratan perdana ini, Nabire kini memasuki babak baru sebagai pintu gerbang penting di Papua Tengah. Bandara yang lebih terbuka, lebih terhubung, dan semakin siap berkembang. Pihak Batik Air menilai bahwa Nabire memiliki potensi besar sebagai destinasi yang terus berkembang, baik dari sisi ekonomi maupun kebutuhan mobilitas masyarakat.

Secara keseluruhan, peristiwa ini menandai langkah konkret menuju peningkatan akses udara di wilayah timur Indonesia. Pembangunan runway, sambutan resmi dari pejabat daerah, dan rencana rute langsung ke Jakarta menunjukkan komitmen untuk memperkuat jaringan penerbangan. Perluasan layanan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, mempermudah logistik, dan memberikan kesempatan bagi masyarakat Papua Tengah untuk lebih mudah terhubung dengan pusat-pusat aktivitas nasional.

Bandara Douw AturureBatik AirNabirePapua TengahKonektivitas UdaraRunway 2.500mRute JakartaWakil Presiden

Komentar

Memuat komentar...