Batu Kandung Kemih Besar 13 cm Temui Petani Longtang di Guangdong

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Batu Kandung Kemih Besar 13 cm Temui Petani Longtang di Guangdong

Gambar atau konten salah?

Seorang petani asal Longtang, Guangdong Barat, China, telah mengalami gangguan buang air kecil selama tiga tahun terakhir. Ia sering merasakan nyeri, kesulitan saat buang air kecil, dan ketidaknyamanan yang terus berulang. Pada awalnya, ia menganggap keluhan tersebut hanya masalah prostat biasa. Karena enggan mengambil cuti kerja dan merasa masih bisa mengatasi rasa sakit dengan obat-obatan, ia memilih tidak memeriksakan diri ke dokter.

Namun, kondisi semakin parah seiring waktu. Chen tidak berani bepergian jauh dari rumah karena khawatir harus segera buang air kecil. Ia juga sering terbangun pada malam hari, sehingga waktu istirahatnya terganggu. Setelah bertahun-tahun menahan keluhan tersebut, Chen akhirnya bersedia menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Di Departemen Urologi rumah sakit afiliasi Guangdong Medical University di Xuwen, ia terkejut mengetahui bahwa terdapat batu berukuran sangat besar di kandung kemihnya. Batu tersebut memiliki panjang 13 sentimeter, lebar 10 sentimeter, dan berat mencapai 1,3 kilogram, atau kurang lebih sebesar dua kepalan tangan orang dewasa. Hasil pemeriksaan rontgen memperlihatkan batu raksasa itu telah memenuhi sebagian besar ruang dalam kandung kemih. Dokter yang menangani Chen menjelaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi mengancam nyawa karena tekanan yang berlangsung lama pada dinding kandung kemih.

Untuk mengangkat batu tersebut, pihak rumah sakit membentuk tim khusus dan menyiapkan rencana operasi yang dirancang secara khusus. Prosedur itu akhirnya berjalan sukses dan berhasil mengakhiri penderitaan yang telah dirasakan Chen selama bertahun-tahun. “Seandainya saya datang berobat tiga tahun lalu, saya tidak akan menderita begitu banyak tanpa alasan,” kata Chen kepada dokter.

Meski bukan batu kandung kemih terbesar yang pernah ditemukan, para dokter menyebut batu tersebut sebagai yang terbesar yang pernah tercatat di wilayah Guangdong. Setelah operasi, Chen dapat kembali ke aktivitas sehari-hari tanpa rasa sakit. Ia mengakui pentingnya perawatan medis dini dan tidak lagi menunda kunjungan ke dokter ketika mengalami gejala serupa.

Kasus ini menyoroti betapa pentingnya perhatian terhadap gejala kesehatan yang tampak ringan. Keterlambatan diagnosis dapat memperburuk kondisi dan menambah risiko komplikasi. Dengan penanganan tepat waktu, pasien dapat menghindari penderitaan yang tidak perlu dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

batu kandung kemihpetani Longtanggejala nyeri buang air kecildiagnosis terlambatoperasi batu besarkualitas hiduptim operasi khususkondisi prostat

Komentar

Memuat komentar...