Bau Gas Belerang di Bojonegoro: Sumur Lama Diuji Penyelidikan
Gambar atau konten salah?
Bojonegoro—di sebuah rumah warga di Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, muncul bau gas menyengat yang menyerupai belerang. Warga segera melaporkan kejadian ini karena bau tersebut begitu kuat dan disertai air yang merembes dari lantai.
Air yang menetes menambah kecurigaan bahwa ada sumber gas di bawah tanah. Bau yang tidak biasa ini membuat pemilik rumah dan tetangga merasa khawatir, terutama karena bau gas dapat mengandung zat berbahaya. Warga pun segera menghubungi pihak berwenang.
Menurut Kepala Desa Dukohkidul, Sulibianto, bau tersebut diduga berasal dari sumur lama yang sudah ditutup di samping rumah. Sumur itu pernah diurug dan tidak lagi berfungsi, namun masih ada kemungkinan air dan gas menembus ke permukaan.
“Kemungkinan rembesan air ini berasal dari situ, disertai bau gas atau belerang yang cukup menyengat,” ujarnya. Kata tersebut menegaskan dugaan bahwa sumur lama menjadi sumber utama bau gas yang menimbulkan kekhawatiran warga.
Setelah menerima laporan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemadam kebakaran, dan kepolisian segera turun tangan. Petugas melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengidentifikasi asal bau dan memastikan lingkungan tetap aman bagi warga.
Sebagai langkah antisipasi, petugas memasang garis polisi di sekitar area yang diduga menjadi sumber bau gas. Garis ini bertujuan mencegah warga mendekat ke tempat yang berpotensi berbahaya.
Kapolsek Ngasem Iptu Mujianto menegaskan, “Untuk lokasi juga sudah kami pasangi garis polisi,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengamanan akan terus dipertahankan sampai hasil pemeriksaan lebih lanjut keluar.
Meski bau gas sudah mulai berkurang dibandingkan saat awal kemunculan, petugas mengimbau warga tetap waspada. Mereka disarankan untuk tidak mendekati area sumber bau hingga uji laboratorium selesai dan penyebab pasti dapat dipastikan.
Hingga kini, penyebab pasti bau gas mirip belerang di rumah warga masih dalam penyelidikan. Aparat dan tim terkait terus memantau kondisi di sekitar rumah tersebut, berusaha menghindari potensi bahaya yang lebih besar bagi lingkungan.
Situasi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan warga dan kerja sama dengan pihak berwenang. Penanganan cepat dan pengamanan area dapat membantu mencegah risiko kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Warga diharapkan tetap mengikuti petunjuk dan menunggu hasil uji laboratorium sebelum melakukan langkah lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
