Bawang Merah Layu, Petani Curiga Sabotase di Nganjuk
Gambar atau konten salah?
Di Desa Butuh, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, tanaman bawang merah milik seorang warga tiba‑tiba layu.
Tanaman tersebut menempati lahan seluas 150 tu dan dimiliki oleh Bagus Dewantara, yang berasal dari Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan.
Bagus mengungkapkan rasa kecewa: "Layu semua (tanaman) bawang merah yang milik saya ini. Padahal tinggal sebulan lagi panen," ia katakan pada 20 April 2026.
Ia menduga bahwa tanaman layu karena diberi obat pembasmi rumput oleh orang tak dikenal.
Bagus menjelaskan, "Saat saya menyalakan disel untuk mengairi sawah, air yang seharusnya keluar itu berwarna jernih. Tapi ini warnanya jadi putih," ia sampaikan.
Keesokan harinya, ia terkejut melihat semua tanaman layu. Ia menambahkan, "Saya curiga ada orang yang sengaja mencampurkan obat pembasmi rumput di dalam disel,"
Karena kerugian yang tidak terhitung, Bagus segera membuat laporan polisi. Ia menilai bahwa panen gagal akan menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah.
Insiden ini menyoroti betapa rentannya petani kecil terhadap tindakan yang merugikan, sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan pestisida.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
