Bayi Panda Rio di Bogor: Masa Depan Indonesia vs China

Rudi H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Bayi Panda Rio di Bogor: Masa Depan Indonesia vs China

Gambar atau konten salah?

Rio, bayi panda yang lahir di Taman Safari Indonesia dan diberi nama Satrio Wiratama, menimbulkan banyak pertanyaan tentang masa depan di Bogor. Pada sesi media update di Istana Panda, Taman Safari Bogor, Aswin Sumampau, Direktur Utama Taman Safari Indonesia, menjelaskan aturan yang mengatur keberadaan panda di Indonesia.

Menurut Aswin, kehadiran panda di Indonesia diatur oleh perjanjian diplomatik internasional dengan pemerintah China. 15 Mei 2026 menjadi tanggal penting ketika ia mengumumkan bahwa kedua induk panda, Caitao dan Huchun, direncanakan akan tetap tinggal di Bogor hingga 2027.

“Panda ini adalah lambang persahabatan Indonesia dan China. Untuk Caitao dan Huchun, perjanjiannya 10 tahun sampai 2027. Setelah itu, akan didiskusikan kembali apakah tetap di sini atau ada pertukaran karena faktor usia,”

Perbedaan utama terletak pada masa kontrak Rio. Sementara induknya memiliki kontrak 10 tahun, bayi panda yang lahir di negara peminjam biasanya harus dikembalikan ke China untuk program pengembangbiakan lebih lanjut. Aswin menegaskan bahwa batas waktu Rio adalah 4 tahun sejak kelahirannya.

“Sedangkan untuk Rio, batas waktunya adalah 4 tahun sejak kelahirannya. Dalam kurun itu, kita harus memutuskan apakah mengajukan Rio tetap di sini atau dikembalikan ke China,”

Keputusan ini tidak diambil sembarangan. Pihak China akan memantau secara ketat apakah fasilitas di Taman Safari Indonesia terus berkembang untuk menampung jumlah panda yang bertambah. Aswin menambahkan, “Memelihara dua panda dengan tiga atau empat panda membutuhkan fasilitas yang berbeda. China akan memantau secara berkala apakah fasilitas kita berkembang dan mencukupi, serta apakah usia panda masih dalam tahap produktif.”

Meski masa depannya masih didiskusikan, Rio saat ini dalam kondisi sangat prima. Tim medis Taman Safari Indonesia bahkan terkejut dengan kecepatan pertumbuhan fisiknya yang melampaui rata-rata panda seusianya. drh. Bongot Huaso Mulia, Vice President of Life Sciences TSI, menceritakan momen unik ketika Rio mulai tumbuh gigi lebih awal dari prediksi medis.

Foto: Gilang Faturahman/detikfoto

“Kami tahu dia sudah tumbuh gigi justru saat induknya (Huchun) tidak mau menyusui. Ternyata putingnya digigit karena gigi Rio sudah muncul. Ini lebih cepat dari perkiraan kami,”

Selain gigi, kemampuan visual, pendengaran, dan cara berjalan Rio menunjukkan grafik yang sangat positif. Hal ini membuktikan bahwa tim medis TSI berhasil menerapkan standar perawatan kelas dunia bagi satwa endemik asal China tersebut.

Persiapan debut ke publik juga sedang berlangsung. Karena Rio masih dalam tahap pemeriksaan kesehatan intensif di dalam inkubator dengan protokol sterilisasi yang ketat, pengenalan ke publik akan dilakukan secara perlahan. Aswin menjelaskan, “Targetnya akhir bulan ini, sekitar tanggal 30, pengunjung sudah bisa melihat Rio di area luar secara terbatas.”

Ia menambahkan, “Awalnya mungkin hanya 2-3 jam sehari, secara bertahap ditingkatkan menjadi 4, 5, hingga 7-8 jam sehari, targetnya dalam 2-3 bulan ke depan, Rio sudah benar-benar siap tampil penuh. Kami ingin memastikan Rio merasa nyaman dengan suara dan kehadiran banyak orang.”

Keberhasilan breeding ini bukan sekadar tontonan, melainkan kontribusi nyata Indonesia dalam Studbook Keeper (silsilah keluarga) panda dunia. Rio nantinya akan dipasangkan dengan panda dari negara lain untuk menjaga kelestarian spesiesnya.

Dengan semua persiapan dan peraturan yang ketat, Taman Safari Indonesia menunjukkan komitmen serius dalam menjaga dan memelihara panda. Sementara masa depan Rio masih terbuka, setiap langkah diambil dengan hati-hati, mengingat pentingnya hubungan diplomatik dan perlindungan spesies. Keputusan akhir akan datang setelah evaluasi tahunan dan diskusi dengan pihak China, memastikan bahwa kebijakan tersebut tetap adil dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

Panda RioTaman Safari BogorChina-IndonesiaKontrak 4 tahunPerawatan kelas duniaProgram pengembangbiakanPersahabatan bilateralStudbook Keeper

Komentar

Memuat komentar...