Bayi Terlantar di Warung Nasi Pecel, Ditangani PPSAB
Gambar atau konten salah?
Di sebuah warung nasi pecel di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, seorang bayi laki‑laki ditemukan terlantar. Bayi tersebut kemudian diserahkan kepada UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB), Dinsos Jatim. Ia akan dirawat sebagai anak negara sementara penyelidikan kepolisian masih berlangsung.
Menurut Pekerja Sosial (Peksos) Dinas Sosial Tulungagung, Akrin Nur Huda, proses penyerahan bayi dilakukan setelah koordinasi dengan Dinsos Jatim. Seluruh dokumen yang diperlukan juga diserahkan pada saat itu.
“Tim dari PPSAB Sidoarjo datang bertiga di Tulungagung. Setelah itu dilakukan pembahasan, kami ke Puskesmas Pucanglaban untuk proses serah terima bayi dan kelengkapan dokumen,” kata Akrin, 28 Mei 2026.
Penyerahan bayi juga disaksikan langsung oleh aparat kepolisian. Dokumen yang disertakan meliputi surat keterangan kelahiran, catatan kesehatan, dan imunisasi bayi dari Puskesmas Pucanglaban.
“Selanjutnya bayi dibawa ke Sidoarjo untuk dilakukan penanganan lebih lanjut dan pemantauan kondisi kesehatannya,” imbuhnya.
Selama perawatan di Puskesmas Pucanglaban, bayi laki‑laki tersebut tetap sehat. Berat badan bayi naik sekitar 200 gram, menunjukkan kondisi yang stabil.
Menjelaskan tentang pengasuhan, Akrin menyatakan bayi belum dapat diproses adopsi. Sesuai prosedur, selama tiga bulan ke depan masih masuk masa publikasi guna memberi kesempatan jika keluarga kandung bayi berhasil ditemukan.
“Siapa sih” (kata tersebut tidak diulang dalam kutipan resmi) menegaskan bahwa publikasi dapat memunculkan keluarga asli. Jika tidak ditemukan, dinas sosial membuka kesempatan bagi masyarakat yang berminat melakukan adopsi.
Proses adopsi dimulai dengan pendaftaran melalui sistem administrasi PPSAB secara daring. Seluruh seleksi dilakukan oleh PPSAB, mulai dari pemeriksaan usia calon orang tua, usia pernikahan, hingga kondisi sosial ekonomi.
Insiden ini terjadi pada 20 Juni 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Warga Desa Demuk menemukan bayi dalam kardus yang dibuang di warung nasi pecel. Bayi dievakuasi ke Puskesmas Pucanglaban untuk perawatan awal.
Pihak kepolisian setempat masih menyelidiki pelaku penelantaran bayi. Hingga saat ini belum ada tersangka yang diidentifikasi.
Kasus ini menyoroti pentingnya sistem perlindungan anak di daerah. Penyerahan bayi ke PPSAB memastikan perlindungan hukum dan kesehatan, sementara publikasi memberi ruang bagi keluarga asli atau calon orang tua yang layak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
