BEI Minta Investor Tak Panik Usai Gubernur BI Mundur
Gambar atau konten salah?
Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta para investor untuk tetap tenang. Permintaan ini muncul setelah Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Senin, 28 Juli 2025. Menurut BEI, pengunduran diri tersebut adalah bagian dari dinamika yang biasa terjadi, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun politik.
Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, mengatakan bahwa investor pasar modal sudah terbiasa menghadapi berbagai situasi sulit. Ia mencontohkan sentimen perang di Timur Tengah serta peringatan dari lembaga penyedia indeks saham global seperti MSCI dan Moody's. "Jangan panik. Ini kan dinamika ekonomi, sosial, politik. Investor juga sudah pernah mengalami semua ini. Tahun ini bisa dibilang tahun yang sangat berat buat Indonesia. Bukan cuma pasar modal, tapi juga perekonomian dan pemerintah kita. Mulai dari perang, MSCI, Moody's," kata Irvan di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Irvan menambahkan, kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia masih tinggi. Ia yakin investor saat ini lebih berhati-hati dan lebih banyak menggali informasi sebelum mengambil keputusan investasi. "Tinggal masalah waktu saja. Saya yakin investor kita sudah jauh lebih matang, lebih dalam mencari informasi, lebih hati-hati dalam berinvestasi. Makanya pasar kita saat ini masih didominasi oleh investor ritel dalam negeri," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu yang terbaik di kawasan regional. Irvan optimistis pasar akan kembali menguat di tahun-tahun mendatang. "Tetap percaya bahwa pasar kita ini masih salah satu yang terbaik di regional. Insyaallah kita akan bangkit kembali dan terus maju ke depannya," ujarnya.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,37% ke level 6.162,97 pada pukul 14.38 WIB. Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan ini dipengaruhi oleh proses penunjukan Gubernur BI definitif pengganti Perry Warjiyo. Saat ini, Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pelaksana Jabatan Sementara (Pjs) Gubernur BI. "Perhatian pasar masih tertuju pada proses penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. Sementara itu, Destry Damayanti masih menjabat sebagai Pjs Gubernur BI," tulis riset tersebut.
Riset dari MNC Sekuritas juga menyebutkan hal serupa. Mereka mencatat meningkatnya kekhawatiran investor terhadap independensi dan kelangsungan kebijakan moneter setelah pengunduran diri Perry Warjiyo yang terjadi secara mendadak.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana pasar modal Indonesia merespons perubahan kepemimpinan di lembaga penting seperti Bank Indonesia. Investor tampaknya masih menunggu kepastian siapa yang akan memimpin BI ke depan. Kekhawatiran utama mereka adalah apakah kebijakan moneter akan tetap konsisten dan independen. Meskipun BEI mengimbau agar tidak panik, data pergerakan IHSG menunjukkan bahwa pasar masih dalam tekanan. Kepercayaan investor jangka panjang akan sangat bergantung pada transparansi dan stabilitas proses transisi kepemimpinan di BI.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
