BEI Optimis 13 Perusahaan Siap IPO, Hanya Satu Terdaftar
Gambar atau konten salah?
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat 13 calon perusahaan terdaftar yang menantikan penawaran saham perdana (IPO). Hingga kini, hanya satu perusahaan yang sudah melakukan IPO sejak awal tahun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa keinginan perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di BEI tetap tinggi, meski di tengah dinamika global. Ia berkata, “Jadi masih 13 (perusahaan) di berbagai sektor, itu kan yang menarik ya. Ada di sektor finansial, energi, entertainment, terus kemudian consumer good, gitu ya. Jadi tersebar di berbagai sektor. Dan saat ini, kembali lagi saya sampaikan, kita dalam kondisi yang dinamis namun appetite‑nya masih kelihatan.”
Para calon perusahaan berasal dari berbagai bidang, mulai dari jasa keuangan, energi, hiburan, hingga barang konsumen. Hal ini menunjukkan diversifikasi sektor yang cukup luas.
Nyoman menambahkan bahwa target IPO bagi 13 perusahaan tersebut adalah paling lambat bulan Juni 2026. Ia menjelaskan, “Ya, laporan keuangan mereka menggunakan laporan keuangan sebagian besar, mungkin 100%, menggunakan laporan keuangan per Desember, sehingga nanti pencatatannya kita harapkan di bulan Juni ini. Paling lambat.”
Walaupun hanya satu IPO yang sudah tercatat hingga awal April, BEI tetap optimis dengan target pencatatan efek sepanjang tahun 2026. Target tersebut mencakup 555 pencatatan efek, termasuk 50 IPO perusahaan baru.
Nyoman menegaskan, “Kita optimis ya bahwa tahun ini juga memberikan, kita pencatatan efek akan memberikan kontribusi yang lebih dari tahun sebelumnya. Tapi total ya teman‑teman, total. Angkanya nanti saya akan sampaikan karena akan direspons dulu oleh otoritas. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah peningkatannya lebih dari 50% dari total efek yang kita catatkan di tahun 2025.”
Secara keseluruhan, BEI memegang keyakinan kuat bahwa pasar modal Indonesia akan terus tumbuh, dengan banyaknya perusahaan yang siap masuk ke bursa dan target pencatatan yang ambisius. Keberhasilan pencapaian target ini akan menandai pertumbuhan signifikan bagi ekosistem keuangan di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
