Bekasi: Wanita 31 Tahun Diagnosa Gagal Ginjal Stadium 5

Endah K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Bekasi: Wanita 31 Tahun Diagnosa Gagal Ginjal Stadium 5

Gambar atau konten salah?

Sema Chintya, seorang wanita berusia 31 tahun dari Bekasi, baru saja diberi diagnosis gagal ginjal stadium 5. Pada saat itu, fungsi ginjalnya hanya tersisa 4,7 persen.

Karena kondisi tersebut, Sema kini menjalani cuci darah dua kali seminggu. Setiap sesi memerlukan peralatan khusus dan pengawasan medis ketat, sehingga jadwalnya menjadi bagian penting dari rutinitas harian.

Menariknya, ia tidak menyadari adanya gejala serius sebelum diagnosis ditegakkan. Satu-satunya tanda yang ia perhatikan adalah wajah yang tampak bengkak.

"Jujur nggak ada gejala yang aku rasain di tujuh bulan terakhir itu. Muka aku ya bengep gitu," cerita Sema pada 20 Mei 2026.

Setelah pemeriksaan, dokter menjelaskan bahwa pembengkakan wajah tersebut disebabkan oleh edema, yaitu penumpukan cairan di jaringan tubuh. Edema sering kali menjadi tanda awal gangguan ginjal.

"Awalnya aku kira karena capek, tapi ternyata kata dokter penyakit dalam, muka aku khas orang kena gagal ginjal yaitu edema, atau penumpukan cairan di wajah," tambahnya.

Sema juga memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol sejak usia 25 tahun. Tekanan darah tinggi dikenal sebagai salah satu pemicu kerusakan ginjal, sehingga mempersulit kondisi Sema.

Dikutip dari Healthline, beberapa gejala yang dapat terlihat di wajah dan kulit saat fungsi ginjal menurun drastis antara lain:

  • Wajah bengkak akibat penumpukan cairan dan garam
  • Bengkak di area sekitar mata
  • Kulit sangat kering
  • Kulit terasa gatal, terutama pada penyakit ginjal stadium lanjut
  • Muncul lepuhan pada kulit
  • Bekas luka setelah lepuhan mengering

Gejala-gejala tersebut lebih sering muncul pada pasien gagal ginjal stadium akhir, pasien transplantasi ginjal, atau mereka yang rutin menjalani dialisis atau cuci darah.

Selain penyakitnya, beberapa obat untuk pasien ginjal juga dapat memicu efek samping pada kulit wajah, seperti ruam mirip jerawat hingga benjolan meradang.

Penjelasan medis menyatakan bahwa pembengkakan wajah terjadi karena ginjal tidak lagi mampu membuang kelebihan cairan dan garam dari dalam tubuh secara optimal. Akibatnya, cairan menumpuk di jaringan tubuh, termasuk area wajah dan sekitar mata.

Dokter biasanya menyarankan pembatasan asupan garam dan pemberian obat diuretik sesuai kondisi pasien. Pelembap dan antihistamin juga bisa diberikan untuk membantu mengatasi kulit kering dan gatal. Selain itu, dokter mengingatkan pasien agar tidak memecahkan lepuhan pada kulit karena dapat meningkatkan risiko infeksi.

Kesadaran akan gejala awal, seperti pembengkakan wajah, dapat membantu pasien mengidentifikasi masalah ginjal lebih cepat. Penanganan dini dan pengelolaan hipertensi menjadi kunci dalam memperlambat progresi penyakit. Sema kini lebih waspada terhadap perubahan kecil pada tubuhnya, berharap dapat meminimalkan komplikasi di masa depan.

gagal ginjaledemacuci darahhipertensipembengkakan wajahdialisisgejala

Komentar

Memuat komentar...