Beras: Sejarah 9.000 Tahun Perjalanannya ke Seluruh Dunia
Gambar atau konten salah?
Rice merupakan makanan pokok bagi lebih dari setengah populasi dunia, termasuk di Indonesia. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa sejarah konsumsi beras dimulai sekitar 9.000 tahun yang lalu.
Fakta ini menunjukkan bahwa beras adalah salah satu bahan pangan tertua yang masih bertahan hingga kini. Perjalanan panjang beras, dari tanaman liar hingga menjadi komoditas global, melibatkan berbagai peradaban dan inovasi pertanian.
Bagaimana beras pertama kali dikenal manusia dan menyebar ke berbagai belahan dunia? Berikut ulasan lengkapnya.
Budidaya padi dimulai sekitar 9.000 tahun di wilayah Sungai Yangtze, China. Dari sana, beras menyebar ke berbagai wilayah Asia melalui jalur perdagangan, migrasi, serta pertanian.
Keunggulan beras—kemampuannya tumbuh di lahan tergenang air, daya simpan yang baik, dan fleksibilitas dalam pengolahan—membuatnya mudah diterima di berbagai lingkungan.
Pada abad ke-7, beras mulai menyebar ke wilayah Persia hingga Eropa, di mana setiap budaya mengembangkan cara pengolahan yang khas.
Di India, beras tidak hanya menjadi makanan pokok, tetapi juga memiliki makna budaya dan spiritual. Beras digunakan dalam berbagai ritual penting, seperti upacara Annaprashana yang menandai pertama kalinya bayi mengonsumsi makanan padat.
Di Indonesia, beras atau nasi sudah menjadi makanan pokok utama yang hadir sejak dulu dan sampai sekarang masih menjadi makanan yang wajib ada di meja makan, restoran bintang lima, maupun kuliner kaki lima.
Tak hanya di Asia Tenggara, nasi menjadi makanan favorit di Jepang, di mana kata gohan digunakan untuk menyebut makanan secara umum. Hidangan seperti sushi menjadi simbol kuliner Jepang yang mendunia.
Sementara di Cina, nasi goreng dikenal luas sebagai hidangan sederhana yang menyebar ke berbagai negara dengan variasi masing-masing.
Di Timur Tengah, khususnya Persia, nasi diolah dengan teknik yang lebih kompleks, menghasilkan hidangan seperti chelow dan polo dengan lapisan kerak renyah yang dikenal sebagai tahdig. Teknik ini kemudian mempengaruhi masakan di wilayah Arab, termasuk hidangan seperti kabsa dan mandi.
Meskipun tidak sepopuler di Asia, di Eropa nasi juga berkembang menjadi hidangan seperti risotto di Italia dan paella di Spanyol.
Sementara itu, di Afrika Barat, nasi jollof menjadi sajian penting dalam berbagai acara sosial.
Penyebaran beras ke Amerika oleh penjajah Spanyol pada abad ke-15 juga melahirkan berbagai hidangan khas seperti jambalaya dan kombinasi nasi dengan kacang hitam di Brasil dan Kuba.
Keberhasilan beras sebagai makanan yang kini mendunia tidak lepas dari kemampuannya beradaptasi, nilai gizinya, serta perannya dalam budaya. Selain sebagai sumber energi utama, beras juga melambangkan kemakmuran, kebersamaan, dan kehidupan di berbagai belahan dunia.
Sejak 15 April 2026, fakta sejarah beras menegaskan bahwa makanan sederhana ini telah menempuh perjalanan panjang, menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan, dan menjadi bagian integral dari identitas budaya di seluruh dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini