Berkah Wafa Farm Ungkap Unta Langka, Harga Rp 200 Juta

Dian P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 269 dibaca
Bisik.id
Berkah Wafa Farm Ungkap Unta Langka, Harga Rp 200 Juta

Gambar atau konten salah?

Berkah Wafa Farm di Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Ngoro, Mojokerto kini menjadi sorotan karena kehadiran unta-unta yang jarang ditemui di Jawa. Banyak orang penasaran, bahkan ingin membeli unta tersebut untuk kurban pada Hari Raya Idul Adha. Namun, belum ada yang benar-benar meminang unta karena harganya yang tinggi.

Peternakan ini sudah beroperasi sekitar dua tahun, fokus pada budidaya sapi. Sekitar dua bulan lalu, Berkah Wafa Farm mengimpor tujuh unta dari Australia. Dari jumlah tersebut, tiga unta dipinjamkan ke pengusaha lain untuk edukasi. Saat ini, empat unta masih dirawat di peternakan: dua jantan dan dua betina, masing-masing diberi nama Bela, Heri, Bimbim, dan Lala. Umur mereka berkisar tiga sampai lima tahun.

Faisal Effendi, 45 tahun, mengungkapkan bahwa kehadiran unta sejak dua bulan lalu membuat banyak orang kepo. “Ratusan orang yang sudah tanya-tanya untuk kurban dari Jawa maupun luar Jawa, tapi kaget,” kata Pengelola Berkah Wafa Farm, Faisal Effendi (45) kepada wartawan di lokasi, Rabu (13/5/2026). Namun, belum semua unta memenuhi syarat umur minimal untuk dikurbankan, yaitu sekitar lima tahun.

Dia juga membandingkan harga unta dengan sapi. “Kemudian dibanding-bandingkan dengan sapi harganya. Kalau beli sapi bisa dapat 4-5 ekor. Mereka juga bertanya rasa dagingnya, saya tidak tahu karena belum pernah menyembelih unta,” terangnya. Selain itu, unta-unta di farm ini dianggap kurang gemuk untuk keperluan kurban, sehingga beberapa orang memesan unta untuk dikurbankan tahun depan. Namun, Faisal belum menyetujui pesanan tersebut.

Faisal menjelaskan alasan penolakan. “Belum kami jawab karena takut terlalu panjang dengan risikonya. Kalau unta belum ada patokan harga, di angka Rp 200-an juta umur 3-4 tahun. Umur poel untuk unta kisaran 5 tahun,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa penjualan unta untuk keperluan lain juga belum terealisasi.

Menurutnya, harga unta punuk satu ini mahal karena beberapa faktor. “Kedua, unta populasinya sedikit otomatis harganya mahal. Apalagi kebutuhan untuk edukasi, kafe, zoo banyak permintaan. Ketiga, dagingnya tidak banyak dibandingkan sapi,” ungkapnya. Selain biaya impor dari Australia, rendahnya populasi unta dan tingginya permintaan untuk edukasi dan hiburan turut mendorong harga.

Calon pembeli Edy Herwiyanto memeriksa kondisi unta di farm untuk saudaranya yang ingin membuka mini zoo di Jatim. Ia berencana membeli tiga pasang unta sekaligus. “Yang jelas alhamdulillah kami diberi harga khusus. Rencana kami ambil beberapa pasang, tapi karena yang tersedia 3 pasang, insyaallah akan kami ambil semua,” tandasnya.

Secara keseluruhan, keunikan dan keterbatasan unta di Berkah Wafa Farm menciptakan permintaan tinggi namun masih terbatas, sehingga harga tetap berada di kisaran dua ratus juta rupiah per unta. Keputusan pembelian masih menunggu pertimbangan risiko dan kriteria kurban yang ketat.

Berkah Wafa Farmuntaidul adhaharga untaimpor Australiakebutuhan edukasimini zoo

Komentar

Memuat komentar...