Bersihkan Kamar Mandi, Singkirkan Barang Tidak Terpakai
Gambar atau konten salah?
Di banyak rumah, kamar mandi menjadi tempat yang tak terelakkan untuk menaruh barang-barang kecil. Sabun, sampo, sikat gigi, dan alat pembersih biasanya disimpan di sana, namun sering kali barang yang sudah tidak terpakai masih dibiarkan menumpuk berbulan‑bulan.
Menumpuk barang di kamar mandi tidak hanya membuat ruangan terasa sempit, tetapi juga dapat menimbulkan masalah kebersihan. Beberapa barang yang tidak terpakai dapat menjadi sarang bakteri jika digunakan kembali.
Berikut beberapa barang yang sebaiknya segera disingkirkan ketika sudah tidak digunakan lagi, berdasarkan informasi dari Good Housekeeping.
- Kemasan Produk Bekas
Plastik pembungkus tisu toilet, kotak pasta gigi, dan botol sabun kosong sering tertinggal di kamar mandi setelah isinya habis. Meski terlihat sepele, menumpuk kemasan bekas hanya akan membuat ruangan terlihat lebih penuh dan kurang rapi.
- Sikat Gigi Lama
Sikat gigi yang sudah tidak dipakai sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama berada di kamar mandi. Selain mengganggu kerapian, benda ini juga berpotensi menjadi tempat berkumpulnya bakteri.
"Bakteri di kamar mandi menyebar lebih banyak dan cepat daripada yang kita bayangkan," kata Melissa Klug, pemilik Home By Eleven.
Untuk menghindari penggunaan kembali secara tidak sengaja, sikat gigi lama sebaiknya segera dibuang. Para ahli juga menyarankan penggantian sikat gigi setiap tiga bulan sekali.
- Sampel Kosmetik yang Tidak Digunakan
Sampel kosmetik gratis yang tersimpan terlalu lama perlu diperiksa kembali. Jika masa pakainya telah habis atau produk tersebut tidak akan digunakan, sebaiknya segera disingkirkan.
"Sering kali barang-barang tersebut berakhir disimpan di lemari atau laci lebih lama dari yang seharusnya, dan kemungkinan besar Anda tidak akan menggunakannya," ujar pemilik VS Organized Interiors, Violetta Elezovic.
Apabila masih dalam kondisi baik namun tidak dibutuhkan, produk tersebut bisa diberikan kepada teman atau kerabat yang memerlukannya.
- Produk Perlengkapan Mandi yang Terabaikan
Banyak orang menyimpan produk perawatan tubuh yang sudah jarang atau bahkan tidak pernah digunakan lagi. Botol-botol yang menumpuk ini dapat membuat kamar mandi terasa sesak dan kurang nyaman.
"Daripada membiarkannya begitu saja, cobalah untuk bertukar produk lainnya dengan teman," kata pendiri Thee Tailored Life, Ashley.
- Handuk Bekas
Handuk yang digunakan setiap hari akan mengalami penurunan kualitas seiring waktu. Kemampuannya menyerap air berkurang dan dalam kondisi kamar mandi yang lembap, handuk lama juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri.
"Handuk akan kehilangan daya serapnya seiring waktu dan jika ditaruh di kamar mandi yang lembap, hal ini dapat menjadi sarang bakteri dan mengeluarkan bau," papar Pittman.
Karena itu, Jackie Pittman, pakar dari Chez Nous Organizing, menyarankan agar handuk diganti secara berkala, setidaknya satu kali dalam setahun, untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan saat digunakan.
Dengan menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai, kamar mandi akan tetap bersih, nyaman, dan tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri. Kebersihan kamar mandi juga mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan seluruh penghuni rumah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
