BGN Alokasikan Rp 5,7 Miliar untuk Video Konferensi MBG
Gambar atau konten salah?
Di media sosial, muncul narasi yang menuduh Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan Rp 5,7 miliar untuk layanan Zoom meeting selama sembilan bulan, setara Rp 633 juta per bulan. Angka ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warganet: “Dimana‑mana efisiensi, kenapa ini pemborosan?”
BGN segera membuka ruang dialog. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan layanan video conference dimaksudkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini melibatkan banyak pihak, mulai dari pusat hingga daerah, sehingga koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi kunci keberhasilan.
Dadan menegaskan bahwa sistem yang dipakai bukan sekadar aplikasi rapat biasa. Ia disebut “sistem enterprise terpusat” yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN. Sistem ini mampu menampung hingga 50.000 peserta dalam satu sesi, dengan kapasitas sekitar 5.000 pengguna aktif.
Pengguna sistem ini meliputi seluruh struktur organisasi BGN: pimpinan tinggi madya (eselon I), pimpinan tinggi pratama (eselon II), pejabat administrator (eselon III), serta kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Dengan jangkauan luas, BGN dapat menyampaikan arahan sekaligus evaluasi kepada pelaksana di wilayah yang memerlukan panduan langsung dari pusat.
Berbagai kegiatan yang didukung oleh layanan ini meliputi rapat koordinasi nasional dan daerah, sosialisasi kebijakan, penyampaian pedoman teknis, bimbingan teknis, evaluasi program, dan edukasi publik. Dadan menekankan pentingnya memastikan pesan, arahan, dan pedoman program dapat diterima secara utuh oleh semua pelaksana.
“Kami ingin memastikan bahwa pesan, arahan, dan pedoman pelaksanaan program dapat diterima secara utuh oleh pelaksana di berbagai daerah. Kebutuhan ini sebagai bagian dari sistem kerja untuk menjaga kualitas pelaksanaan program,” tutupnya.
Anggaran Rp 5,7 miliar, meski terdengar besar, mencerminkan kebutuhan infrastruktur komunikasi yang mendukung koordinasi massal dalam program gizi nasional. Dengan sistem video conference yang terpusat dan kapasitas tinggi, BGN berupaya memastikan setiap pelaksana, terlepas dari lokasi, menerima informasi yang sama secara real‑time. Hal ini penting untuk menjaga konsistensi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di seluruh wilayah Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
