BGN Fokus MBG di Wilayah Rawan Stunting dan Kemiskinan

Nita W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
BGN Fokus MBG di Wilayah Rawan Stunting dan Kemiskinan

Gambar atau konten salah?

Menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini diprioritaskan di wilayah dengan angka kemiskinan dan prevalensi stunting tinggi.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa pemberian MBG di daerah rawan stunting bertujuan memastikan kecukupan gizi bagi anak-anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan mereka.

“Dari data yang kami terima, terdapat wilayah rawan pangan, wilayah dengan penduduk miskin, serta daerah dengan prevalensi masalah gizi yang menjadi dasar penentuan prioritas pelaksanaan program,” kata Sony di Jakarta pada 23 April 2026.

Menurutnya, data tersebut mencakup ratusan kabupaten/kota yang menjadi fokus intervensi. Data ini akan menjadi acuan dalam distribusi program MBG di lapangan.

“Data‑data ini kami gunakan agar pelaksanaan program MBG benar-benar terarah kepada wilayah yang membutuhkan, khususnya daerah rawan pangan, penduduk miskin, dan wilayah dengan masalah gizi,” jelasnya.

“Dengan data yang terarah, intervensi program dapat difokuskan kepada kelompok yang paling membutuhkan,” tambahnya.

BGN menegaskan bahwa pemanfaatan data wilayah prioritas ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan pemerataan akses layanan gizi di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, BGN menggelar Rapat Koordinasi Penyelarasan Data Penerima Manfaat Program MBG pada 23 April 2026 di Badan Gizi Nasional, Jakarta.

Program ini bertujuan memastikan distribusi makanan bergizi gratis lebih tepat sasaran, meningkatkan kesehatan ibu dan anak di daerah rawan stunting.

Makan Bergizi GratisBGNPrabowo SubiantoStuntingDistribusi DataWilayah MiskinProgram Gizi

Komentar

Memuat komentar...