BGN Hentikan Menu Soto, Nasi, Ayam Bakar di MBG Lindungi Anak

Wulan M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
BGN Hentikan Menu Soto, Nasi, Ayam Bakar di MBG Lindungi Anak

Gambar atau konten salah?

Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja mengungkap temuan penting terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dapat menimbulkan masalah pencernaan pada anak. Menurut Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, data ini berasal dari evaluasi tim investigasi pemantauan dan pengawasan.

“Di antara makanan tersebut, yang sering menjadi penyebab sakit perut dan diare adalah soto. Hal ini bisa terjadi, karena kondimennya masih ada yang mentah seperti kol, seledri, dan tauge. Selain itu, saat disajikan, air yang ditaruh di tempat tersendiri sudah dingin,” ujar Nanik, dikutip dari Antara, Rabu (22/4/2026).

Menu soto sering disajikan dengan kuah yang sudah dingin ketika dituangkan ke dalam wadah kondimen. Proses ini dapat memicu kontaminasi bakteri E. coli, yang berisiko tinggi bagi anak dengan sistem imun lemah. Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam penilaian BGN.

Selain soto, Nanik menyoroti beberapa menu lain yang mudah basi dan memicu gangguan pencernaan. “Menu makanan lain yang mudah membuat anak sakit perut karena cepat basi, antara lain nasi kuning, nasi uduk dan nasi goreng,” katanya. Ketiga jenis nasi ini sering disimpan dalam wadah terbuka, sehingga bakteri dapat berkembang biak dengan cepat.

Jenis makanan berbahan mi juga disebut kerap menjadi penyebab masalah pencernaan, terutama jika dimasak langsung bersama sayuran dalam satu proses. Makanan mi yang tidak dipisahkan dari sayuran dapat menahan kelembapan, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri.

Ayam suwir juga masuk dalam daftar menu berisiko tinggi. “Ayam suwir juga termasuk yang menjadi penyebab tertinggi terjadinya keracunan. Hal ini bisa terjadi karena seringkali, ayam yang disuwir bukan ayam premium, melainkan ayam nomor dua atau tiga (tidak segar). Selain itu, proses menyuwir ayam yang dilakukan sejak sore karena mengejar waktu tidak menggunakan sarung tangan, juga meningkatkan risiko kontaminasi,” paparnya.

Menu yang menggunakan berbagai saus juga berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan. Hal ini terjadi karena proses memasak yang kurang matang serta waktu konsumsi yang terlalu lama setelah dimasak. “Terakhir, menu yang juga menyebabkan anak-anak mual dan muntah adalah ayam bakar dan ikan barbeque,” ucapnya.

Dari hasil penelusuran, metode memasak menjadi faktor penting. Nanik menjelaskan bahwa proses pembakaran pada menu tersebut kerap tidak menggunakan oven besar, melainkan alat torch yang biasanya hanya dipakai untuk karamelisasi. Akibatnya, tingkat kematangan makanan tidak merata hingga ke bagian dalam.

Berikutnya, BGN memutuskan untuk sementara tidak merekomendasikan menu-menu tersebut dalam program MBG. Keputusan ini diambil demi kesehatan anak yang menjadi sasaran utama program.

Temuan ini menyoroti pentingnya standar kebersihan dan pemantauan ketat dalam penyediaan makanan anak. Program MBG harus memastikan setiap menu memenuhi kriteria keamanan, terutama dalam hal penyimpanan, pengolahan, dan penyajian. Dengan langkah-langkah tersebut, risiko gangguan pencernaan dapat diminimalkan, menjaga kesehatan anak tetap terjaga.

BGNMakan Bergizi Gratissotokontaminasi bakterinasi udukayam suwirstandar kebersihan

Komentar

Memuat komentar...