BGN Kurangi Hari MBG ke 5 Hari, Tetap Sabtu di Daerah Risiko
Gambar atau konten salah?
BGN memutuskan mengurangi jumlah hari pemberian makan bergizi gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5 hari sesuai dengan jadwal sekolah. Keputusan ini datang di tengah upaya pemerintah menekan biaya akibat krisis energi yang dipicu perang antara Iran, AS, dan Israel.
Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi daerah dengan risiko tinggi stunting dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). MBG tetap disalurkan pada Sabtu untuk kategori tersebut.
“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” kata Dadan Hindayana di Jakarta, Sabtu (28 Maret 2026).
Pemetaan wilayah berisiko stunting mengacu pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Tim kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran.
Provinsi di wilayah Timur, Sumatera, dan Papua menjadi contoh daerah prioritas karena angka stunting yang masih tinggi. Data tersebut mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting masing-masing wilayah.
“Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” tegas Dadan.
Dengan langkah ini, BGN berharap program MBG tetap relevan dan terfokus pada daerah yang paling membutuhkan, sambil menyesuaikan sumber daya dengan kondisi ekonomi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
