BGN Luncurkan SPPG di Jember, Target Kurangi Kemiskinan Wringin

Fandi R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
BGN Luncurkan SPPG di Jember, Target Kurangi Kemiskinan Wringin

Gambar atau konten salah?

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melantik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Jember. Acara tersebut menandai langkah baru dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di wilayah tersebut.

“Program MBG ini kami yakini mampu menjadi salah satu instrumen strategis dalam menekan angka kemiskinan daerah,” ujarnya, Kamis 16 April 2026. Dadan menekankan bahwa program MBG dirancang sebagai alat konkret untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

Untuk mencapai seluruh sasaran penerima manfaat di Jember, Dadan menyebutkan bahwa dibutuhkan sekitar 400 unit SPPG. Setiap unit diperkirakan mengelola anggaran Rp 1 Miliar per bulan, “Setiap unit diperkirakan mengelola anggaran RP 1 Miliar per bulan,” ujarnya. Dengan 400 unit, total dana yang berputar di kabupaten mencapai Rp 400 Miliar per bulan.

“Tentu uang itu dialokasikan untuk belanja bahan pangan lokal. Kalau uang itu berputar di masyarakat, maka akan memperkuat ketahanan ekonomi secara berkelanjutan,” paparnya. Dadan menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut akan didistribusikan langsung ke pemasok lokal, memperkuat jaringan ekonomi daerah.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa respons masyarakat terhadap MBG jauh lebih positif dibandingkan narasi yang berkembang di media sosial. Berdasarkan interaksi langsung dengan warga, pelajar hingga orang tua, beliau menegaskan bahwa masyarakat menaruh harapan besar terhadap program ini.

“Di lapangan, masyarakat bukan menolak, tapi justru menunggu kapan program ini hadir di wilayah mereka,” ungkapnya. Bupati menekankan pentingnya kehadiran program di setiap desa agar manfaatnya dirasakan secara luas.

Selain pemenuhan gizi, program MBG diperkirakan memiliki dampak ekonomi signifikan. Dengan skema pembiayaan dari APBN, potensi perputaran dana di Kabupaten Jember diperkirakan mencapai hampir Rp 4 triliun per tahun, angka yang mendekati total APBD daerah. Besarnya perputaran anggaran ini akan menggerakkan berbagai sektor, khususnya pelaku usaha lokal di bidang pangan.

“Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya dari sisi gizi, tetapi juga peningkatan pendapatan,” tandasnya. Bupati menegaskan bahwa tujuan akhir program adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Selain melakukan peresmian di SPPG Cahaya Sholawat Nusantara, Wringin Agung, Kepala BGN juga melakukan pengecekan kelayakan di fasilitas tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh OPD Kabupaten Jember serta Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba.

Program ini menandai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Dengan dukungan dana besar dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan program MBG dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga Jember.

Badang Gizi NasionalSPPGProgram MBGJemberketahanan panganekonomi lokalAPBN

Komentar

Memuat komentar...