Biwa, Buah Sehat Sumatera Utara, Menjadi Fokus Petani
Gambar atau konten salah?
Biwa, yang juga dikenal dengan nama Loquat (Eriobotrya japonica), masih jarang dikenal di Indonesia meski memiliki potensi besar bagi kesehatan.
Menurut Jurnal Biologi berjudul 'Inventarisasi dan Studi Ekologi Buah Biwa di Kabupaten Sumatera Utara' tahun 2019, tanaman ini berasal dari China dan telah menyebar ke Jepang, Korea, hingga Asia Tenggara.
"Berasal dari famili Rosaceae artinya tanaman ini satu keluarga dengan tanaman apel, pir, dan persik," ujar Dosen Biologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Khairunnisa.
Di Indonesia, biwa paling banyak ditemukan di Sumatera Utara, khususnya di dataran tinggi seperti Kabupaten Karo, Samosir, dan Dairi, di mana tanaman ini dapat tumbuh di ketinggian 900 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut.
Jurnal Farmasi Universitas Sumatera Utara tahun 2018 mencatat bahwa di Kabupaten Karo, khususnya di Taman Simalem Resort, biwa dibudidayakan secara masif, menjadikannya kebun biwa terluas di Indonesia dan Asia Tenggara. Kawasan tersebut mencakup luas lebih dari 200 hektar.
Di wilayah tersebut, harga biwa berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, tergantung musim dan kualitas. Harga dapat naik hingga Rp 40 ribu saat musim panen puncak, dan turun menjadi Rp 20 ribu saat pasokan melimpah.
Secara fisik, buah biwa berwarna kuning hingga jingga, berbentuk bulat atau lonjong, sedangkan pohon atau tanaman perdunya tinggi antara 3 hingga 10 meter. Buah biasanya berukuran 3 hingga 5 cm, memiliki rasa manis dengan sedikit asam, cocok dimakan segar atau dijadikan bahan kue.
"Perakaran tunggang, batangnya berkayu dan mempunyai cabang yang banyak, batang berwarna coklat keabu-abuan. Biwa mempunyai bunga berwarna putih kekuningan, buahnya biwa berwarna kuning dan jingga saat biwa matang, rasa buah manis dengan sedikit asam dan mengandung biji berwarna cokelat," jelas Khairunnisa.
Selain buahnya, biwa juga kaya akan vitamin A, B, dan C
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
