BMKG: Musim Kemarau Indonesia Mulai 04 Mei, Puncak 01 Agustus
Gambar atau konten salah?
BMKG mengumumkan bahwa sebagian wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau pada 04 Mei 2026. Peralihan ini berlangsung secara bertahap dan diperkirakan akan meluas hingga 01 Agustus 2026.
Menurut BMKG, musim kemarau tahun ini berpotensi datang lebih cepat dari biasanya dan durasinya diperkirakan lebih panjang. Sinyal ini diharapkan membuat masyarakat lebih waspada terhadap perubahan cuaca sejak dini.
Di Sumatera, tanda-tanda kemarau mulai terlihat di sejumlah titik, meski masih terbatas. Sementara itu, di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, wilayah pesisir utara Pulau Jawa menjadi salah satu yang lebih dulu mengalami kemarau. Sebagian kecil Bali juga mulai mengering.
Untuk Nusa Tenggara Barat, kemarau baru terjadi di beberapa wilayah. Namun Nusa Tenggara Timur sudah mengalami musim kemarau lebih luas, terutama di bagian selatan.
Berbeda dengan itu, Kalimantan masih didominasi musim hujan dan belum menunjukkan peralihan signifikan.
Di Sulawesi, wilayah selatan termasuk pesisir mulai masuk musim kemarau. Kondisi serupa juga terpantau di sebagian Sulawesi Tenggara serta titik-titik tertentu di Sulawesi Tengah.
Di Maluku, wilayah bagian tengah hingga tenggara sudah cukup banyak mengalami kemarau, termasuk kawasan di sekitar Laut Banda.
Untuk Papua, bagian selatan terutama wilayah pesisir tercatat mulai lebih dulu memasuki musim kemarau.
Prediksi puncak kemarau
Menurut BMKG, kemarau yang datang lebih cepat dipengaruhi berakhirnya fenomena La Nina lemah pada 02 Februari 2026. Saat ini, kondisi iklim global berada pada fase netral dan berpotensi berkembang menuju El Nino pada pertengahan tahun.
Pengukuran suhu muka laut di Samudra Pasifik menunjukkan indeks ENSO berada di angka -0,28 atau kategori netral, dan diperkirakan bertahan hingga 01 Juni 2026. Meski begitu, peluang munculnya El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua tahun ini mencapai 50 hingga 60 persen.
Selain itu, peralihan angin dari Monsun Asia ke Monsun Australia juga menjadi penanda utama dimulainya musim kemarau di Indonesia.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada 01 Agustus 2026. Sekitar 429 Zona Musim atau 61,4 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami periode puncak kekeringan pada bulan tersebut.
Perubahan musim ini menandakan perlunya persiapan lebih awal, terutama di daerah yang sudah memulai kemarau lebih awal. Kondisi ini juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko kebakaran hutan selama periode kering.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
