BMKG Peringat Gelombang Tinggi dan Banjir Rob di Sumbar
Gambar atau konten salah?
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi banjir rob dan gelombang tinggi yang dapat mengancam wilayah perairan serta pesisir Sumatera Barat. Peringatan ini berasal dari Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur dan diberlakukan mulai 25 Mei 2026 pukul 19.00 WIB hingga 28 Mei 2026 pukul 19.00 WIB.
Data sinoptik menunjukkan bahwa angin di perairan Sumbar bertiup dari Barat Laut hingga Utara dengan kecepatan 4 hingga 18 knots. Cuaca secara umum diprediksi akan hujan ringan hingga sedang. Dalam kondisi tersebut, BMKG menilai risiko gelombang tinggi cukup tinggi.
Gelombang tinggi dibagi menjadi dua kategori:
- Kategori Sedang – Tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter. Risiko terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang meningkat jika kecepatan angin ≥15 knot dan gelombang ≥1,25 m atau ≥16 knot dan gelombang ≥1,5 m.
- Kategori Tinggi – Tinggi gelombang 2,5 hingga 4,0 meter. Risiko tinggi terhadap kapal ferry ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan gelombang menyentuh 2,5 meter.
Wilayah yang berpotensi terpengaruh oleh gelombang tinggi meliputi:
- Perairan Agam – Pasaman Barat
- Perairan Padang – Padang Pariaman
- Perairan Pesisir Selatan
- Perairan Timur Siberut, Sipora, dan Pagai
- Perairan Barat Siberut, Sipora, dan Pagai
Selain gelombang tinggi, Direktorat Meteorologi Maritim BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir Sumbar pada periode 28 hingga 31 Mei 2026. Banjir ini dipicu oleh fenomena Bulan Purnama pada 31 Mei 2026.
“Adanya fenomena Bulan Purnama pada tanggal 31 Mei 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” kata Direktorat Meteorologi Maritim BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (26/5/2026).
Prediksi water level dan pasang surut menunjukkan daerah pesisir yang berpotensi terdampak meliputi:
- Kawasan pesisir Kota Padang
- Kabupaten Padang Pariaman
- Kabupaten Pesisir Selatan
- Kabupaten Agam
- Kabupaten Pasaman Barat
- Wilayah pesisir Kepulauan Mentawai (Pulau Pagai, Siberut, dan Sipora)
BMKG menegaskan bahwa banjir rob dapat mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan di permukiman pesisir, serta operasional tambak garam dan perikanan darat.
Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG, tulis BMKG.
Untuk memantau pembaruan informasi cuaca maritim secara berkala, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi BMKG di https://maritim.bmkg.go.id. Informasi ini penting bagi siapa saja yang beraktivitas di sektor kelautan atau tinggal di dekat pantai.
Dengan adanya peringatan ini, pihak BMKG berharap masyarakat dapat mengambil langkah preventif yang tepat. Peringatan gelombang tinggi dan banjir rob ini menandakan pentingnya kesiapsiagaan di wilayah pesisir Sumatera Barat, khususnya selama periode akhir bulan Mei 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
