BMKG Prediksi Kemarau Panjang 2026 di Sumut, Puncak Juni‑Juli
Gambar atau konten salah?
BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Sumatera Utara akan berlangsung lebih lama dibanding tahun sebelumnya. Puncak kemarau di Kota Medan diperkirakan mulai Juni dan Juli 2026.
Menurut Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, masa transisi menuju kemarau berlangsung pada April sampai Mei. Ia mengatakan, “April sampai Mei ini merupakan masa transisi menuju musim kemarau. Sementara puncak musim kemarau di wilayah Medan dan sekitarnya diperkirakan terjadi pada Juni dan Juli,” pada Jumat, 08 Mei 2026.
Hendro menambahkan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering karena adanya indikasi fenomena El Nino dengan kategori moderat atau sedang. Ia menjelaskan, “Kalau tahun lalu lebih dipengaruhi La Nina. Nah, tahun ini ada indikasi El Nino. Tetapi BMKG tidak menggunakan istilah seperti El Nino Godzilla yang sering muncul di media sosial. Di BMKG terminologinya El Nino lemah, sedang, kuat, dan sangat kuat,” katanya.
Hendro juga menyatakan bahwa sampai akhir Desember 2026, kondisi El Nino diperkirakan masih berada pada level moderat. Ia menegaskan, “Prediksi sampai akhir Desember 2026, El Nino itu masih berada di kategori moderat atau sedang. Namun kondisi atmosfer itu dinamis, sehingga akan terus kami perbarui setiap bulan,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air, memperbanyak konsumsi air putih dan buah-buahan, serta menyiapkan cadangan air menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dan lebih kering. Hendro berkata, “Kami mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air, memperbanyak konsumsi air putih dan buah-buahan, serta menyiapkan cadangan air menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dan lebih kering,” kata Hendro.
Pemerintah daerah juga diminta mulai melakukan koordinasi terkait langkah antisipasi musim kemarau. Hendro menegaskan, “Pemerintah daerah juga perlu berkoordinasi terkait pola tanam, ketersediaan air bersih, dan langkah antisipasi lainnya menghadapi musim kemarau tahun ini,” pungkasnya.
Perkiraan BMKG menyoroti perlunya persiapan konservasi air dan koordinasi lintas sektor untuk menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan kering di Sumatera Utara tahun 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
