BNI Siapkan Layanan Perbankan untuk Mahasiswa di Hong Kong
Gambar atau konten salah?
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang lebih dikenal sebagai BNI, kini memberikan kemudahan bagi mahasiswa Indonesia yang hendak kuliah di Hong Kong. Layanan perbankan digital ini sudah bisa diakses sejak mereka masih berada di tanah air. Tujuannya sederhana: agar urusan keuangan selama belajar di luar negeri tidak menjadi beban tambahan.
Layanan yang disediakan cukup lengkap. Mulai dari pembukaan rekening, aktivasi aplikasi wondr by BNI, fasilitas multicurrency, hingga kartu debit yang dibuat khusus bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia Hong Kong (PPI-HK). Semua ini disiapkan sebelum mahasiswa berangkat, sehingga mereka tidak perlu repot mengurus administrasi perbankan setelah tiba di Hong Kong.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa pindah ke negara lain untuk studi bukan hanya soal kesiapan akademik. Perencanaan keuangan juga sama pentingnya. "Kami ingin mahasiswa Indonesia dapat memulai perjalanan studinya dengan lebih tenang karena kebutuhan finansialnya telah dipersiapkan sejak di Tanah Air," kata Okki dalam keterangan resmi pada Senin, 03 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa BNI menghadirkan ekosistem layanan yang memudahkan mereka membuka rekening, mengakses perbankan digital, dan bertransaksi di luar negeri secara lebih praktis dan aman.
Layanan ini diberikan bertepatan dengan acara Pre-Departure Gathering 2026. Dalam acara tersebut, BNI langsung membantu para peserta membuka rekening, mengaktifkan wondr by BNI, dan mendaftar sebagai pengguna wondr multicurrency. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendapat edukasi tentang cara memanfaatkan layanan digital untuk transaksi sehari-hari dan mengelola keuangan selama di Hong Kong.
Dukungan ini diperkuat oleh kantor cabang BNI di Hong Kong. Mereka akan mendistribusikan Kartu Debit Multicurrency Co-Branding PPI-HK kepada mahasiswa Indonesia. Kartu ini terintegrasi dengan layanan digital BNI, sehingga bisa digunakan untuk transaksi internasional dan memenuhi kebutuhan perbankan selama studi di luar negeri.
Okki menegaskan bahwa kerja sama dengan PPI-HK adalah bagian dari komitmen BNI untuk terus memperkuat layanan bagi diaspora Indonesia di berbagai negara. Langkah ini juga sejalan dengan transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Melalui pengembangan layanan ini, BNI berusaha menghadirkan solusi perbankan yang relevan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, termasuk mahasiswa.
Harapannya, ekosistem layanan yang sudah disiapkan sejak sebelum keberangkatan bisa memudahkan mahasiswa Indonesia menjalani pendidikan di Hong Kong. Akses transaksi yang lebih praktis dan pengelolaan keuangan yang lebih terencana menjadi kunci utama.
Secara keseluruhan, inisiatif BNI ini menunjukkan bagaimana perbankan nasional mulai merespons kebutuhan spesifik mahasiswa di luar negeri. Dengan layanan yang sudah bisa diakses dari Indonesia, mahasiswa tidak perlu lagi menghadapi kendala administrasi perbankan di negara asing. Ini adalah langkah kecil tapi praktis untuk mengurangi satu beban dari sekian banyak hal yang harus dipersiapkan saat akan belajar di luar negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BPS Catat Deflasi 0,14% di Juli 2026, Bawang Merah Jadi Biang Kerok
Neraca Dagang Juni Merah Lagi, Defisit US$ 450 Juta
Impor Indonesia Juni 2026 Melonjak 34,27%
AHY: Investigasi Kebakaran KM Mutiara Sentosa Segera Diluncurkan
Kemenhub Kaji Ulang Tarif Tiket Pesawat
Deflasi 0,14% Juli 2026, Bawang Merah Pemicu Utama