Bounty Wreck, Dermaga Tenggelam Jadi Spot Selam Favorit
Gambar atau konten salah?
Sebuah dermaga sepanjang kurang lebih 30 meter yang sengaja ditenggelamkan pada awal tahun 2000-an kini dikenal sebagai Bounty Wreck. Struktur bawah laut ini telah bertransformasi menjadi lokasi penyelaman populer di perairan Gili Meno, Lombok Utara.
Sejak tenggelam, reruntuhan yang dulunya merupakan dermaga milik sebuah resor bernama Bounty ini menjadi rumah baru bagi beragam spesies laut. Banyak penggemar dunia bawah air tertarik untuk menjelajahi situs ini.
Perjalanan menuju lokasi penyelaman dimulai dari Teluk Nare. Lokasi ini menjadi pilihan penyeberangan alternatif menuju Gili Meno serta pulau-pulau Gili lainnya, seperti Gili Trawangan dan Gili Air. Berbeda dengan pelabuhan utama Bangsal yang selalu ramai, Teluk Nare menawarkan suasana lebih tenang karena umumnya melayani kapal sewaan privat.
Lokasi Teluk Nare berada di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pada (15 Februari 2024), cuaca cukup bersahabat. Sedikit awan membantu mengurangi terik matahari.
Perjalanan terasa lebih nyaman karena kapal sewaan yang digunakan cukup besar untuk perjalanan privat, hanya mengangkut satu penyelam. Saya didampingi oleh pemandu selam, kapten kapal, dan satu asisten yang membantu menyiapkan perlengkapan. Kapal bergerak menuju barat laut menuju Gili Meno, memakan waktu kurang dari 15 menit di atas perairan yang relatif tenang.
Awalnya, rencana penyelaman mendadak ini dilakukan di sela pekerjaan. Saya sendiri sudah lama tidak menyelam, sehingga rasa percaya diri sempat menurun. Operator selam, Lombok Dive, berhasil mengatur perjalanan mendadak ini.
Diskusi mengenai lokasi penyelaman baru muncul saat perjalanan dari Mataram menuju Teluk Nare bersama dive master. Semula, kesepakatan adalah menyelam di tepi Teluk Nare. Namun, kondisi permukaan air menunjukkan jarak pandang kemungkinan buruk karena banyaknya partikel halus dari dasar laut yang terbawa arus.
Dive master kemudian menawarkan opsi lain: boat dive di Bounty Wreck. Tawaran ini langsung saya terima. Keputusan itu terbukti tepat.
Bounty Wreck kini tertutup oleh karang keras dan karang lunak. Jarak pandang di lokasi ini cukup baik, dan hampir tidak ada arus di dasar laut. Kondisi ini memungkinkan saya menikmati kehidupan bawah laut sambil melatih kembali teknik menyelam dan mengatur daya apung (buoyancy). Awalnya ada sedikit rasa kurang nyaman di telinga akibat tekanan air, namun hal itu hilang beberapa menit kemudian.
Beberapa penyelam dari kapal lain juga terlihat di titik yang sama. Reruntuhan dermaga ini telah menjadi terumbu karang buatan yang penuh dengan berbagai dasar laut. Struktur logam besar menciptakan banyak area teduh dan celah untuk biota laut berukuran kecil.
Banyak penyelam membawa kamera dengan lensa pembesar, fokus pada objek makro. Bahkan tanpa alat bantu, mudah menemukan kehidupan kecil. Nudibranch, sejenis siput laut tanpa cangkang, terlihat berwarna-warni. Selain itu, terlihat pula berbagai invertebrata kecil, cuttlefish, krustasea seperti udang kecil, serta ikan-ikan kecil khas perairan tropis.
Sekelompok ikan yang tampak seperti rabbit fish juga melintas. Beberapa jenis ikan lain yang tidak dikenali turut berenang di sekitar bangkai kapal. Pemandangan bawah laut ini sangat dirindukan.
Hiburan lain adalah melihat ikan buntal bertotol yang penampilannya jenaka. Ikan ini cenderung hidup sendiri, namun selalu menarik perhatian saat muncul.
Kedalaman Bounty Wreck bervariasi, antara 6 hingga 18 meter, sehingga keragaman biota laut yang bisa dilihat juga cukup banyak. Di sekitar bangkai kapal, tidak terlihat banyak koloni karang besar. Beberapa patahan karang terlihat berserakan, mungkin akibat aktivitas wisata, jangkar kapal, atau faktor alamiah lainnya. Meskipun demikian, pemandangan secara keseluruhan tetap memanjakan mata.
Setelah kembali ke permukaan, kapal bergoyang cukup kencang karena mesin dimatikan selama penyelaman. Saat istirahat singkat di atas kapal, saya sempat mengeluhkan rasa mual yang mengganggu. Pemandu selam menanyakan apakah saya ingin turun lagi atau mengakhiri penyelaman.
Di tengah rasa mual, saya menyadari momen apa yang akan terlewatkan jika berhenti. Saya menjawab dengan yakin untuk melanjutkan sesi penyelaman berikutnya. Mesin kapal dinyalakan kembali, haluan memecah gelombang, dan rasa mual itu hilang seketika.
Ringkasan
- Bounty Wreck adalah reruntuhan dermaga sepanjang 30 meter yang sengaja ditenggelamkan di perairan Gili Meno, Lombok Utara, sekitar awal tahun 2000-an.
- Lokasi penyelaman ini diakses melalui Teluk Nare, yang menawarkan penyeberangan privat menuju Gili Meno.
- Perjalanan mendadak ini diatur oleh operator selam Lombok Dive setelah kondisi di Teluk Nare tidak mendukung jarak pandang.
- Situs penyelaman ini menawarkan kedalaman 6 hingga 18 meter, memiliki sedikit arus, dan menjadi habitat bagi berbagai biota laut kecil, termasuk nudibranch dan ikan tropis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Turis Australia Siram Pasangan China di Pulau Padar Viral
Arkeolog Temukan Kota Bizantium dan 'Lidah Emas' di Mesir
Perpustakaan Nyi Ageng Serang Kembali Dibuka, Diserbu Gen Z
Prancis Tetap Primadona Wisata Usai Kalah Piala Dunia
Hari Bastille 2026: Prancis Rayakan, Timnas Tersingkir
Perpustakaan Jakarta Kini Buka Lagi, Ada Vinyl dan Board Game
